bonbangsasu (본방사수)
Artinya kurang lebih 'membela tayangan perdana sampai mati'. Maksudnya nggak nunggu tayangan ulang atau streaming, tapi nonton pas jam episodenya tayang.
Katanya sendiri setengah bercanda. 'Bonbang' (siaran asli) digabung sama 'sasu', istilah militer buat mempertahankan posisi mati-matian, jadi kedengarannya dramatis banget. Komunitas drakor dan fandom aktor biasanya teriak 'bonbangsasu nanti jam 10!' di hari tayang. Channel kabel suka muter ulang acara hits sampai bosan, jadi nonton tayangan pertama itu semacam bukti kalau kamu fans sejati.
Kenapa sampai segitunya? Dulu nasib drama ditentukan rating, dan rating dihitung dari siaran langsung. Kalau nggak mau drama favoritmu tamat lebih cepat, nonton live adalah dukungan paling nyata yang bisa kamu kasih. Fans idol yang kumpul di jam tayang acara musik juga pakai logika yang sama. Plus, kalau nggak mau kena spoiler di sekolah atau kantor besoknya, ya cuma bisa nonton live.
Ada alasan praktis juga. Tayangan ulang kadang dipotong biar muat di slot yang lebih pendek, dan acara yang pakai video atau lagu berlisensi sering nggak punya versi tonton ulang sama sekali. Ketinggalan sekali, hilang. KBS 2TV bahkan pernah bikin acara varietas pilot di awal 2015 yang judulnya kurang lebih 'Sengaja Bonbangsasu'. Umurnya cuma sekitar sebulan dan nggak pernah jadi acara reguler.
Sekitar 2018, semuanya berubah. YouTube dan layanan streaming kayak Netflix makin kuat, jadi nonton kapan aja dan maraton sekaligus jadi hal biasa. Sekarang pertanyaan pertamanya nonton di mana, dan kata ini makin jarang kedengaran. Tapi lisensi streaming bisa habis dan drama bisa hilang tiba-tiba, jadi insting 'tonton selagi bisa' masih ada.