title + 곡 (타이틀곡)
Satu lagu di album yang dapat panggung, MV, dan semua tenaga promosi. Aktivitas berbulan-bulan ditentukan pilihan ini, jadi milihnya aja udah jadi berita.
Dalam bahasa Inggris, title track sebenarnya cuma lagu yang judulnya sama dengan nama album, kayak Let It Be di album Let It Be. Di Korea artinya berubah jadi 'lagu yang kita dorong', dan makna aslinya hampir nggak dipakai lagi. Konsep ini cuma ada di Korea, sampai kadang disebut Galapagos-nya industri musik. Mirip lead single di Barat atau lagu utama di Jepang, tapi di sana biasanya dipilih setelah single dites dulu. Di Korea, label yang memutuskan sebelum publik dengar apa pun.
Sebabnya sejarah. Di era piringan hitam dan kaset, Korea nggak punya pasar single, cuma album penuh. Satu album diisi banyak lagu, tapi radio dan TV tetap butuh satu lagu andalan, dan itulah title track. Kaset bajakan kumpulan hits yang dijual di rest area jalan tol pun isinya ya title track dari banyak penyanyi.
Di K-pop sekarang, title track adalah wajah comeback. Teaser, point dance, panggung acara musik, sampai janji menang nomor 1 semuanya berputar di lagu ini. Sejak 2010-an, polanya promosi dua sampai tiga minggu lalu langsung lanjut ke album berikutnya atau repackage. Makanya kalau B-side naik chart karena viral, fandom langsung heboh.
Salah pilih, satu album bisa tenggelam. Ganti di menit terakhir, bisa jadi jackpot: 'Untitled' milik G-DRAGON baru diangkat jadi title beberapa hari sebelum rilis dan meledak. Ada juga double title. IU merilis Through the Night sebagai pre-release, lalu tetap menaruh dua lagu lain sebagai title di albumnya. BIGBANG menyatakan semua lagu di mini album ALIVE sebagai title, dan dari situlah Fantastic Baby lahir. 2NE1 mendorong tiga title di album penuh pertama mereka dan menyapu peringkat 1 sampai 3 chart mingguan.
Satu hal yang bikin fans luar bingung: situs streaming Korea dulu wajib menandai title track bahkan di album luar negeri. Melon pernah menandai Wanna Be Startin' Somethin' sebagai title dari Thriller-nya Michael Jackson, bukan Billie Jean. Bayangin aja Next Level, Supernova, atau Ditto: kesan pertama sekaligus kartu nama album.