pointeu anmu: point + 안무 (포인트 안무)
Satu gerakan khas di tiap lagu yang bisa ditiru siapa aja. Namanya gabungan kata Inggris point dan anmu (koreografi), dan fungsinya ganda: bikin lagu nempel di kepala sekaligus jadi unit terkecil yang menyebar di video pendek.
Kalau koreo penuh itu milik para pro di panggung, point dance itu milik penonton. Harus bisa dihafal dalam hitungan detik dan bisa dilakukan sambil duduk pakai tangan doang. Sering banget nempel sama lirik hook song yang catchy, jadi begitu reff masuk, badan udah gerak duluan sebelum otak mikir.
Kalau ditelusuri, daftar legendanya panjang. Sorry, Sorry dari Super Junior menandai satu era cuma dengan gerakan menggosok kedua tangan, dan tarian kuda PSY di Gangnam Style jadi bahasa tubuh yang dimengerti di mana pun. TT dari TWICE mengubah emotikon nangis T_T jadi pose tangan. Billboard menyebut ide ini sebagai kunci MV-nya, dan di Jepang gerakan ini viral di kalangan cewek SMP dan SMA sebagai "TT pose", sampai idol Jepang ikut upload foto niruin. Akhirnya versi bahasa Jepangnya tampil di NHK Kohaku Uta Gassen 2017, dan D.Va di game Heroes of the Storm pakai sebagian gerakannya sebagai animasi ejekan.
Yang benar-benar ngubah permainan adalah video pendek. Sejak challenge Any Song milik ZICO meledak di TikTok tahun 2020, klip challenge singkat bareng sesama penyanyi jadi menu wajib promosi comeback. Makanya agensi sekarang ngerancang gerakan yang muat dalam 15 detik dari tahap produksi lagu. Fans belajar lewat video dance practice lalu nyebarin lagi lewat dance cover. Sejak Street Woman Fighter, challenge bikinan para dancer sendiri sering bikin lagu naik lagi di chart.
Makin populer, makin muncul soal hak. Ngajarin koreo idol buat cari untung pernah memicu sengketa hak cipta, tapi karena gerakan kelihatan sedikit beda di tiap orang, susah banget membuktikan siapa penciptanya dan seberapa orisinal gerakannya.