Through the Night
Balada akustik yang ditulis IU waktu lagi susah tidur, isinya doa supaya orang yang dia sayang bisa tidur nyenyak. Rilis 2017 dan betah banget nongkrong di chart bertahun-tahun.
Lagu ini keluar 24 Maret 2017 sebagai pre-release pertama dari album keempat, Palette. Melodinya digarap komposer Jehwi dan Kim Hee-won, liriknya ditulis sendiri oleh IU. Aransemennya simpel banget: gitar lembut plus suaranya doang. Yang bikin meleleh justru cerita di baliknya. Waktu nulis lagu ini dia lagi insomnia parah, dan pas mikir pengakuan cinta paling besar itu apa, jawabannya sederhana: berharap orang itu bisa tidur nyenyak. Dia cerita soal ini di acara Newsroom JTBC tahun 2018. Makanya di lagu ini si aku menerbangkan kunang-kunang ke jendela orang yang dia sayang, lalu menutup suratnya dengan ucapan mimpi indah.
Buat lagu setenang ini, angkanya berisik banget. Debut di nomor 1 semua chart musik Korea dan bertahan 13 hari di puncak chart harian Melon, sampai akhirnya digeser pre-release kedua dari album yang sama, duetnya dengan Oh Hyuk. Musim panas itu IU jadi staf di reality show penginapan milik Lee Hyori di Jeju, dan tiap kali lagu ini diputar di episodenya, peringkatnya naik lagi. Yeokjuhaeng versi paling klasik. Gallup Korea menobatkannya lagu nomor 2 tahun 2017, tepat di bawah Joni milik Yoon Jong-shin, dan tahun berikutnya lagu ini menang daesang digital di Golden Disc Awards. Penyanyi solo perempuan terakhir kali dapat daesang itu 11 tahun sebelumnya.
Yang bikin geleng-geleng itu umurnya. Lagu ini 120 minggu berturut-turut ada di chart mingguan Melon dan jadi nomor 2 di chart dekade 2010-an versi Melon. Tujuh tahun setelah rilis, dia belum pernah keluar dari 200 besar chart harian. Di survei Gallup 2024 soal lagu yang paling suka dinyanyikan orang Korea, lagu ini nomor 1 buat perempuan usia 20-an, sementara remaja perempuan memilih Bam Yang Gang dari BIBI. Dua lagu berawalan bam bagi-bagi wilayah di noraebang.
Buat karier IU, lagu ini juga titik balik. Dia jadi penulis lirik non-profesional pertama yang menang penghargaan songwriter di Melon Music Awards, sekaligus menutup babak yang dimulai dari Good Day dan julukan 'adik perempuan nasional'. Dua tahun setelah liriknya terseret kontroversi Zeze, kredit penulis lagu justru jadi identitasnya. Di luar Korea, ini salah satu lagu yang dinyanyikan fans ikut bunyinya doang tanpa tahu artinya, dan banyak yang bilang gara-gara lagu ini mereka mulai belajar Hangeul.