
hangeul (한글)
Aksara yang dipakai untuk menulis bahasa Korea. Salah satu dari sedikit sistem tulisan yang jelas siapa pembuatnya, kapan, dan kenapa, dan cara bacanya bisa kamu kuasai dalam sehari.
Isinya 14 konsonan dan 10 vokal, total 24 huruf. Hurufnya nggak dijejer ke samping, tapi bunyi awal, tengah, dan akhir disusun jadi satu blok, jadi satu blok sama dengan satu suku kata. Raja Sejong, raja keempat Joseon, merampungkannya tahun 1443 dan merilisnya tahun 1446 dengan nama Hunminjeongeum, bareng buku panduan dengan judul yang sama. Menurut panduan itu, konsonan meniru bentuk mulut, lidah, dan tenggorokan saat mengucapkan bunyinya, sedangkan vokal dibentuk dari tiga goresan dasar: titik, garis mendatar, dan garis tegak. Buku yang menjelaskan logika desainnya ini tercatat sebagai Memori Dunia UNESCO.
Kelahirannya nggak mulus. Tahun 1444, sekelompok cendekiawan yang dipimpin Choe Man-ri mengajukan protes, katanya cuma bangsa barbar yang bikin huruf sendiri, dan Sejong yang marah sampai memenjarakan mereka. Putra mahkota yang kelak jadi Raja Munjong juga terlibat dalam pembuatannya. Dulu namanya eonmun, dan beda dari anggapan banyak orang, itu bukan sebutan merendahkan karena Sejong sendiri pakai kata itu. Nama hangeul baru muncul di abad ke-20. Teori paling terkenal menyebut ahli bahasa Ju Si-gyeong yang pertama memakainya di awal 1910-an, ada juga yang bilang Choe Nam-seon, dan nama ini menyebar di masa penjajahan Jepang. Komputer zaman sekarang mendukung semua 11.172 kombinasi suku kata modern.
Buat banyak orang asing, hangeul kelihatan kayak geometri: lingkaran, kotak, dan garis lurus. Makanya banyak yang bilang Seoul di malam hari dengan papan neon di mana-mana terasa cyberpunk banget, dan papan hangeul sering nongol di film sci-fi kayak Blade Runner 2049. Waktu lingkaran sihir di anime Frieren kelihatan ada hangeul-nya, sempat viral, eh ternyata cuma kuas yang dibuat supaya mirip huruf Korea. Pas demo di Indonesia tahun 2025, ada juga yang nulis bahasa Indonesia pakai huruf hangeul di medsos buat menghindari sensor.
Buat fans K-pop, hangeul itu kelas pemula. Awalnya nyanyiin Through the Night cuma modal bunyi, ujung-ujungnya belajar hurufnya, dan dari situ juga budaya terjemahan fans tumbuh. Setelah Squid Game, internet dibanjiri video orang menghafal sepuluh suku kata lampu merah, lampu hijau. Kalau makin dalam, ada ujian TOPIK yang menunggu, dan kalau kamu udah paham permainan huruf ala netizen Korea, yaminjeongeum, kamu udah level suhu. Catatan kecil: romanisasi resminya hangeul, tapi di bahasa Inggris hangul sudah lebih lama dipakai. Tiap tahun, Hari Hangeul memperingati diumumkannya aksara ini.