Raja Sejong
Raja keempat Joseon sekaligus pencipta hangeul. Wajahnya ada di uang kertas 10.000 won, dan dia salah satu dari sedikit raja yang masih dipanggil orang Korea dengan sebutan 'Yang Agung'.
Lahir tahun 1397 dengan nama Yi Do (nama kecilnya Makdong), dia sebenarnya bukan calon raja. Dia putra ketiga Taejong, raja bertangan besi yang mengukuhkan Joseon, dan baru naik takhta tahun 1418 setelah kakak sulungnya Yangnyeong dicopot dari posisi putra mahkota. Dia kutu buku parah: catatan kerajaan bilang waktu dia tetap baca buku meski lagi sakit, ayahnya yang khawatir menyuruh semua bukunya disingkirkan, tapi ada satu yang ketinggalan dan Sejong menghafalnya tiap hari. Hari Guru di Korea jatuh tanggal 15 Mei karena itu hari ulang tahunnya.
Karya utamanya tentu saja hangeul. Orang Korea punya bahasa sendiri tapi cuma bisa menulis pakai aksara China, jadi rakyat biasa bahkan nggak bisa mengajukan keluhan secara tertulis. Sejong merancang 28 huruf baru yang gampang dipelajari siapa saja dan bisa dipakai sehari-hari, hasilnya proklamasi Hunminjeongeum tahun 1446. Korea masih merayakannya tiap 9 Oktober sebagai Hari Hangeul. Sebagian kaum elite menentang keras, tapi dia tetap jalan terus. Telinganya juga luar biasa: waktu menguji set lonceng batu buatan musisi istana Park Yeon, dia langsung bilang satu nadanya sedikit terlalu tinggi, dan ternyata memang ada bagian batu yang belum diasah. Cocok banget buat orang yang merancang aksara berdasarkan bunyi.
Hangeul cuma salah satu dari daftar panjang. Dia mendirikan lembaga riset Jiphyeonjeon di dalam Gyeongbokgung dan hampir tiap hari mengadakan sesi belajar bareng para cendekiawan. Dari masa pemerintahannya lahir jam matahari Angbuilgu, jam air otomatis Jagyeongnu, alat pengukur hujan, dan Chiljeongsan, kalender yang dihitung dari Seoul. Kamus sejarah sains susunan peneliti Jepang mencatat 21 capaian dunia dari Korea antara 1400 dan 1450, sebagian besar dari era Sejong. Di utara, jenderal Choe Yun-deok dan Kim Jong-seo memperluas perbatasan sampai Sungai Tumen. Sebelum menetapkan pajak tanah baru, tahun 1430 dia menanyai sekitar 170 ribu rumah tangga, praktis survei nasional. Dia juga memperpanjang cuti melahirkan budak perempuan di kantor pemerintah dari 7 hari jadi 100 hari, plus cuti sebulan buat suaminya.
Sekarang netizen Korea suka banget menyebut dia bos paling workaholic sepanjang sejarah. Tiap kali perdana menterinya Hwang Hui mengajukan pensiun dengan alasan tua atau sakit, Sejong mengembalikan suratnya; waktu Hwang sudah susah jalan, dia malah disuruh kerja dari rumah dan dikasih tongkat plus tandu buat berangkat kerja. Hwang baru bisa pensiun empat bulan sebelum Sejong wafat. Pola makannya juga jadi meme: catatan sejarah bilang dia hampir nggak mau makan kalau nggak ada daging, dan karena lebih suka baca daripada olahraga, banyak yang yakin dia mengidap obesitas, diabetes, dan penyakit mata. Makanya karya-karya terbaru makin sering menggambarkan dia agak gemuk.
Fakta seru: nggak ada yang tahu wajah aslinya. Potret aslinya hilang saat perang, dan wajah di uang 10.000 won dan buku pelajaran adalah potret imajinasi pelukis Kim Ki-chang dari tahun 1970-an. Patung emas raksasa sang raja yang duduk memegang buku terbuka di Alun-alun Gwanghwamun juga berdasarkan potret itu; letaknya tepat di belakang patung Laksamana Yi Sun-sin dan jadi spot foto wajib di Seoul. Penghargaan literasi UNESCO bernama King Sejong Literacy Prize, dan kapal perusak Aegis pertama angkatan laut Korea juga pakai namanya.
Di sageuk, anehnya dia lama cuma jadi pemeran pendukung; raja suci yang sempurna susah dijadikan pusat intrik istana. Itu berubah sejak The Great King Sejong tahun 2008. Di Deep Rooted Tree (2011), Song Joong-ki memerankan Yi Do muda dan Han Suk-kyu jadi Sejong dewasa yang doyan mengumpat, bikin penonton kaget. Ju Ji-hoon main di komedi I Am the King, Song Kang-ho di The King's Letters yang dikritik karena menggambarkan hangeul sebagai karya seorang biksu, dan Han Suk-kyu kembali bareng Choi Min-sik sebagai penemu Jang Yeong-sil dalam film bromance Forbidden Dream. Gamer mengenalnya sebagai pemimpin Korea di seri Civilization. Dia wafat tahun 1450 dan dimakamkan di Yeongneung, Yeoju.