decodeK

sageuk (사극)

KataDrakorGenre

Drama dan film Korea berlatar sejarah. Rentangnya lebar, dari sageuk ortodoks yang setia ke catatan sejarah sampai sageuk fusion yang cuma meminjam kostumnya.

Di Korea, kata 'sageuk' biasanya langsung merujuk ke drama sejarah di TV. Orang membaginya jadi sageuk ortodoks yang berusaha merekonstruksi catatan, 'faction' yang menambahkan fiksi di atas fakta, dan sageuk fusion yang cuma meminjam zamannya. Tapi batasnya kabur banget. Drama yang disebut ortodoks pun tetap mengisi celah catatan sejarah dengan imajinasi. Semua pemain juga ngomong pakai bahasa Korea standar modern, dan itu memang kesepakatan dengan penonton, soalnya bahasa Korea abad ke-19 bakal susah banget dipahami sekarang.

Perubahan besar datang pertengahan 2000-an. Begitu sumber seperti Catatan Sejarah Dinasti Joseon diterjemahkan ke bahasa Korea modern dan bisa dibaca online, penulis muda yang nggak bisa baca aksara Tionghoa klasik ikut masuk. Karakter dan romansa jadi yang utama, sejarah cuma latar. Dae Jang Geum, Queen Seondeok, dan The Moon Embracing the Sun jadi wajah era itu. Fakta seru: catatan tentang benda terbang aneh di langit Gangwon tahun 1609 jadi ide awal My Love from the Star. Di layar lebar, film sejarah seperti The King and the Clown, Masquerade, dan The Face Reader juga terus laris.

Sageuk berlatar Joseon paling sering kena kritik soal akurasi, dan lagi-lagi penyebabnya arsip. Catatan istana Joseon super detail, jadi diubah sedikit saja langsung ketahuan. Penggemar lama dan pecinta sejarah sering ngedumel kalau sageuk fusion itu cuma melodrama modern ganti kostum, tapi stasiun TV lebih memilih penonton yang cinta romansa istana. Kalau perdebatannya melebar jadi soal cara pandang sejarah, bisa sampai ada petisi minta tayangan dihentikan, seperti kontroversi Snowdrop. Makanya banyak penulis memilih kerajaan fiktif daripada Joseon, biar aman dari drama di luar layar.

Buat penonton luar negeri, jatuh cintanya lewat mata dulu. Warna-warni hanbok, ukiran berwarna dancheong, dan istana seperti Gyeongbokgung tetap asyik ditonton walau nggak paham dialognya. Kingdom bikin dunia heboh karena menaruh zombi ala Korea bertopi gat di atas estetika itu. Masalahnya ada di biaya: kostum, kuda, dan properti bikin sageuk lebih mahal daripada drama modern dengan jumlah episode sama, jadi saga panjang makin jarang dan sageuk fusion yang pendek dan glamor makin banyak. Penasaran raja dan para menterinya saling manggil apa? Mulai dari panggilan dalam sageuk.