
Dae Jang Geum
Drama saeguk MBC tentang pelayan dapur istana yang masih kecil sampai akhirnya jadi tabib perempuan terbaik di istana Joseon. Di Korea rating puncaknya 57,8%, drama ini terjual ke hampir 90 negara, dan buat banyak orang jadi perkenalan pertama dengan makanan Korea dan pengobatan tradisionalnya.
Tayang di MBC 54 episode tiap Senin dan Selasa malam dari 15 September 2003 sampai 23 Maret 2004. Sutradaranya Lee Byung-hoon, maestro drama sejarah, penulisnya Kim Young-hyun, dan pemeran utamanya Lee Young-ae bareng Ji Jin-hee. Jang-geum itu tokoh nyata, tapi namanya cuma muncul beberapa kali di Catatan Sejarah Dinasti Joseon sebagai tabib yang dipercaya Raja Jungjong. Karena catatannya sesedikit itu, ceritanya hampir seluruhnya fiksi, jadi relatif aman dari ribut soal distorsi sejarah. Drama ini juga membalik fokus saeguk pada umumnya: bukan raja dan ratu yang saling sikut, tapi orang-orang kecil di istana, dayang dapur, sanggung, dan tabib perempuan.
Paruh pertama isinya adu masak, paruh kedua drama medis. Jang-geum masuk dapur istana membawa pesan terakhir ibunya, bertanding di lomba masakan istana, difitnah dan dibuang, lalu kembali sebagai tabib dan mengalahkan para tabib laki-laki sampai jadi dokter pribadi raja. Resep, tanaman obat, dan akupunktur ada di sepanjang cerita, makanya drama ini berjasa banget mengenalkan pengobatan Korea ke dunia. Uniknya, di istana Joseon yang asli, hidangan raja dimasak koki laki-laki yang disebut suksu, dan dayang cuma bantu-bantu. Nggak akurat sih, tapi tetap saja memicu demam masakan istana.
Rating rata-ratanya 46,3% dan episode terakhir tembus 57,8%. Daftar rating sepanjang masa di Korea hampir semuanya drama tahun 90-an, jadi bisa masuk di awal 2000-an itu langka banget. Masakan Jang-geum dibukukan, lalu muncul taman hiburan, animasi, sampai musikal. Lagu temanya "Onara", yang liriknya pakai bahasa Korea kuno, bahkan masuk buku musik SMP per 2019. Lee Young-ae menang Daesang di MBC Drama Awards dan jadi bintang se-Asia, sementara Kim Young-hyun lanjut bikin hit seperti Queen Seondeok. Ada juga blooper legendaris: di episode 6, kompor gas modern lupa diberesin dan ikut kesorot kamera sampai tayang. Pencinta kostum juga suka nyeletuk kalau hanbok berjaket pendek di drama ini sebenarnya model Joseon akhir, bukan awal abad ke-16.
Cerita paling serunya malah terjadi di luar Korea. Ada catatan yang bilang drama ini sudah diekspor ke 87 negara sampai 2013. Kalau Winter Sonata bikin ibu-ibu Jepang jatuh cinta sama hallyu, drama ini yang tayang larut malam di NHK sukses narik bapak-bapak juga. Di Hong Kong, TVB mencatat rata-rata 37% dan episode akhir 50%. Di China, Presiden Hu Jintao bilang di 2005 kalau dia suka drama ini, dan Lee Young-ae diundang ke jamuan penyambutannya di Seoul tahun 2008.
Reaksi di Timur Tengah lebih heboh lagi. Di Iran, TV pemerintah IRIB menayangkannya di jam prime time tahun 2007, dan beredar angka rating rata-rata 70%, walau angka itu datang dari petinggi stasiun, bukan survei resmi. Di sana namanya dibaca "Yangum", dan kata para pelancong, cukup bilang kamu dari "negaranya Yangum" orang langsung paham. Banyak yang menilai kostum yang tertutup, tokoh utama perempuan, dan cerita soal masakan jadi kuncinya. Di Turki drama ini tayang dengan judul "Permata di Istana" dan Jang-geum jadi "Cangema", sementara di Rumania drama ini menyelamatkan TV publik yang hampir bangkrut dan membuka jalan buat impor saeguk Korea lainnya. Di Sri Lanka katanya ratingnya 99% setelah kedutaan Korea menalangi hak siarnya, dan presiden Uzbekistan juga fans berat sampai Lee Young-ae hadir di jamuan kunjungan kenegaraannya tahun 2017. Di Thailand juga meledak, dan LISA BLACKPINK pernah cerita kalau waktu kecil dia fans berat drama ini. Makanya drama ini dikenang sebagai yang pertama kali memperluas peta hallyu jauh ke luar Asia Timur.