decodeK

hallyu (한류)

KataDasarIndustri

Sebutan buat fenomena budaya pop Korea yang ngetren di luar negeri. Lucunya, istilah ini bukan bikinan Korea, tapi dikasih dari luar.

Awalnya akhir 90-an di dunia berbahasa Mandarin, waktu grup dance dan drama Korea bikin remaja di sana tergila-gila. Pas H.O.T. selesai konser di Beijing tahun 2000, media China langsung pasang judul 'badai gelombang Korea'. Soal asal katanya ada dua teori. Satu bilang media Taiwan memelesetkan 寒流, istilah buat gelombang dingin, jadi 韓流 sebagai peringatan buat waspada sama drama Korea. Satu lagi bilang asalnya dari akhiran Jepang -ryu yang artinya gaya atau aliran. Yang jelas, ini bukan kata buatan Korea. Di Jepang, istilahnya baru meledak setelah Winter Sonata booming.

Hallyu awal bentuknya ekspor drama yang sudah hits duluan di Korea. Drama kayak Jewel in the Palace keliling China, Asia Tenggara, sampai Asia Tengah. Permainannya berubah tahun 2012 lewat Gangnam Style: YouTube bikin seluruh dunia nonton barengan. Tahun 2020 BTS tembus nomor satu Billboard Hot 100, di tahun yang sama Parasite jadi film berbahasa non-Inggris pertama yang menang Best Picture di Oscar. Setahun kemudian Squid Game ditonton 111 juta rumah tangga dalam 17 hari dan memecahkan rekor Netflix.

Yang pesimis nggak pernah habis. Tahun 2003 ada artikel yang nyebut hallyu cuma gelembung buatan media Korea. Survei 2012 bilang enam dari sepuluh orang asing yakin hallyu bakal tamat dalam lima tahun, dan tahun 2014 separuh responden Jepang bilang udah tamat. Dua puluh tahun lebih kemudian, malah makin gede. Plot twist-nya: survei 2018 nemuin bidang hallyu paling populer bukan K-pop, tapi makanan Korea, disusul fashion dan K-beauty.

Sekarang hallyu sudah jadi bahasa kebijakan industri. Tahun 2024 Korea bikin undang-undang promosi industri hallyu yang mendefinisikannya secara resmi, dan negara menyebarkan bahasa Korea lewat King Sejong Institute. PR-nya juga ada: risiko politik kayak larangan hallyu di China tahun 2017, dan industri yang terlalu bergantung pada segelintir bintang. Tiap kali ada yang bilang Korea butuh IP yang awet lewat karakter dan dunia ceritanya, bukan lewat wajah, KPop Demon Hunters langsung dijadikan contoh.