decodeK

K-fashion (K-패션)

KataFashionTrenInti

Gaya ala Korea di mana apa pun yang dipakai idol dan aktor langsung ludes di pasaran. Yang penting kombinasinya, bukan mereknya, jadi barang murah dan mahal santai aja nongkrong di satu outfit.

Fashion Korea jalan dengan kecepatan tinggi. Salah satu mesinnya adalah pasar grosir Dongdaemun yang buka lewat tengah malam. Pemilik toko baju dari seluruh Korea datang malam-malam buat kulakan, jadi tren bisa nyebar ke jalanan dalam hitungan hari. Persis di sebelahnya, gedung perak melengkung DDP jadi tempat fashion show, jadi pasar grosir dan runway ada di satu blok. Tiap kawasan punya vibe sendiri: concept store dan pop-up di Seongsu, butik high-end di Cheongdam dan Apgujeong, pusat belanja turis di Myeongdong.

Tren ditentukan di luar panggung. Berkat airport fashion, foto di gerbang keberangkatan bisa jadi editorial, dan jaket yang dipakai idol bisa sold out besoknya. Rumah mode mewah paham banget, makanya mereka merekrut idol kayak Felix dan SEHUN jadi ambassador. Pas ada rilisan terbatas, antrean open run pasti muncul.

Tapi nggak semua orang dandan full. Kkuankku, singkatan dari "kayak dandan tapi kayak nggak", menyebar sejak akhir 2019 dan sekarang jadi semacam patokan gaya Korea: baju simpel dengan effort yang kelihatan tipis. Lawannya "kkukkukku", dandan habis-habisan. Padu padan atasan oversized dengan celana rapi juga sering banget. Karena budayanya doyan value for money, orang biasa pakai basic murah plus satu item mahal, dan baju yang udah nggak kepake dilempar ke aplikasi barang bekas sekitar rumah.

Tradisi juga dipakai ulang, misalnya hanbok modern buat sehari-hari. Dan ngomongin baju di Korea nggak lengkap tanpa baju hiking warna neon yang kebaca kayak seragam tak resmi orang paruh baya, itu juga kode gaya tersendiri. Bareng K-beauty, ini separuh dari ekspor Hallyu yang bisa langsung kelihatan mata.