deungsan (등산)
Sebagian besar Korea itu gunung, jadi naik gunung udah kayak hobi nasional. Dari tengah kota Seoul pun, kamu bisa berdiri di puncak sejam setelah naik subway.
Kondisinya pas banget. Seoul sendiri dikelilingi gunung, dan hampir tiap lingkungan di seluruh negeri punya bukit di belakang rumah. Nggak ada puncak yang lebih dari 2.000 m, kebanyakan pegunungan tua yang landai, dan selama kamu tetap di jalur, risikonya kecil. Hampir nggak ada hewan buas, jalurnya aman, dan yang paling penting murah: ongkos bus pulang-pergi plus bekal udah cukup buat seharian. Kebiasaan lama menguburkan leluhur di bukit dekat rumah juga bikin keluarga naik gunung tiap tahun waktu ziarah Chuseok, jadi gunung terasa akrab. Jalur andalan Seoul itu Bukhansan, nempel sama kota tapi berbatu dan bisa bikin kapok orang yang ngeremehin.
Yang paling bikin kaget orang asing itu outfitnya. Orang Korea datang ke bukit 400 m dengan perlengkapan lengkap: jaket teknis, sepatu gunung, sampai tongkat trekking. Gerbong subway pagi akhir pekan yang penuh rombongan paruh baya berbaju gunung neon kompakan itu pemandangan khas Korea, dan gaya ini udah kayak genre sendiri di K-fashion. Cerita turis berkaus dan sneakers yang culture shock di jalur itu banyak banget.
Makanannya juga setengah dari keseruan. Gimbap dan timun di puncak hampir wajib, dan habis turun udah nunggu pajeon plus semangkuk makgeolli. Tapi memang ada juga rombongan yang pesta di puncak atau habis turun lalu naik transportasi umum dalam keadaan mabuk dan dilihatin sinis, jadi minum di gunung selalu jadi perdebatan. Beberapa kantor bahkan ganti hoesik jadi naik gunung bareng.
Gunungnya juga penuh kuil. Gunung terkenal biasanya punya kuil di tengah jalur, pas buat istirahat, dan banyak yang sekalian ikut templestay semalam. Pas musim gugur, spot daun maple rame banget sampai jalurnya antre. Anak muda sekarang juga suka naik gunung sebagai olahraga dan spot foto, nyambung sama budaya pamer ounwan, dan hiking di sekitar Seoul lagi hits di kalangan turis dan mahasiswa asing. Tips: kalau jelasin pakai bahasa Inggris, bilang 'hiking', bukan 'mountain climbing', biar nggak dikira manjat tebing.