Empat musim yang jelas
Musim panas bisa tembus 35°C dan lembap banget, musim dingin turun sampai minus 15. Kamu kayak ganti isi lemari empat kali setahun, dan makanan, tempat nongkrong, sampai playlist ikut berubah total tiap musim.
Penyebabnya angin. Semenanjung Korea nempel di ujung timur benua, jadi pas musim dingin udara beku datang dari Siberia dan pas musim panas udara panas lengket datang dari Pasifik. Makanya selisih suhu tahunan Korea termasuk yang besar di dunia. Dibanding Jepang aja kerasa banget: rata-rata Desember di Tokyo sekitar 7,7°C, kira-kira sama kayak November di Korea.
Dulu ini jadi bahan pamer nasional. Sampai tahun 1990-an, buku pelajaran SD menulis empat musim sebagai kebanggaan, dan lagu 'Ah! Korea' punya lirik 'karena punya empat musim yang jelas'. Masuk tahun 2000-an rasa bangga itu pelan-pelan hilang, dan sekarang yang malah jadi meme adalah kalimat TV Jepang soal 'negara empat musim'. Di kalangan turis Barat ada candaan kalau musim semi di Korea bikin kamu ngerasain empat musim dalam seminggu.
Kalender aslinya nggak seimbang. Secara meteorologi, musim semi mulai pertengahan Maret, musim panas awal Juni, musim gugur akhir September, dan musim dingin awal Desember, jadi musim semi dan gugur lebih pendek dari yang kamu kira. Makanya bunga sakura dan daun maple jadi event kilat yang harus dikejar dalam beberapa hari. Awal musim panas datang jangma, musim hujan, lalu pas puncak panas orang kabur dari malam tropis ke pantai. Menjelang musim dingin keluarga kumpul buat gimjang, dan pasangan janjian ketemu pas salju pertama.
Nggak semuanya romantis. Karena harus siap panas ekstrem dan dingin ekstrem, tiap rumah butuh AC sekaligus pemanas, apartemen pakai lantai ondol, dan jendelanya dobel. Banyak orang bilang nggak bisa lewatin malam musim dingin tanpa alas pemanas listrik. Sisi baiknya, musim dingin tiap tahun me-reset serangga, jadi penyakit tropis yang dibawa nyamuk jarang banget.
Kekhawatiran sekarang: ritmenya mulai goyah. September 2024 rasanya kayak puncak musim panas, dan badan meteorologi lagi membahas penataan ulang batas musim; lanjutannya ada di Empat musim yang bergeser. Tapi budaya pop Korea tetap ngalir bareng musim, dari lagu-lagu pensiun musiman yang balik naik chart tiap tahun sampai Spring Day milik BTS, lagu tentang menunggu musim semi di ujung musim dingin.