gyejeol eumsik (계절 음식)
Patbingsu dan mi dingin di musim panas, kue bentuk ikan dan tusukan eomuk di musim dingin. Di Korea, begitu musim ganti, isi meja makan dan menu jajanan pinggir jalan ikut dirombak total.
Secara harfiah, gyejeol eumsik itu masakan dari bahan yang lagi musim, tapi sehari-hari dipakai hampir sama dengan jecheol eumsik, 'makanan musiman'. Jecheol artinya bahan yang cuma bisa dipanen di waktu itu, atau yang ada sepanjang tahun tapi rasanya lagi paling enak di waktu itu. Kalau orang Korea suka bangga soal empat musimnya yang jelas, di sinilah kebanggaan itu paling terasa enaknya.
Musim semi itu musimnya sayur liar. Maret sampai April muncul naengi, dallae, dan mugwort, lalu disusul tunas dureup. April musimnya gurita kecil, dan stroberi bertahan dari musim dingin sampai musim semi. Musim panas pasar dibanjiri semangka, melon Korea, persik, dan jagung. Orang antre buat patbingsu dan naengmyeon, dan pas hari-hari paling panas, orang Korea malah melawan panas dengan panas: makan samgyetang yang masih mendidih buat isi ulang tenaga.
Musim gugur itu milik laut. Ikan jeoneo, udang besar, rajungan, dan makarel lagi musimnya, dan tiap tahun ada aja yang ngutip pepatah lama: bau jeoneo bakar bisa bikin menantu yang kabur dari rumah balik lagi. Ubi, apel, dan pir Korea mulai keluar, dan begitu sawi putih dan lobak matang di akhir musim gugur, satu lingkungan langsung masuk mode gimjang. Meja Chuseok diisi songpyeon dari panen baru.
Musim dingin mengubah pemandangan jalan. Kalau uap udah mengepul dari eomuk, bungeoppang, dan ubi bakar di tenda pojangmacha, artinya musim dingin resmi datang. Ini juga masa jaya gwamegi dari Pohang, kerang dari Beolgyo, serta jeruk dan hallabong dari Jeju. Di pagi Seollal, semangkuk tteokguk bikin umurmu nambah satu tahun.
Yang bikin orang asing heran, makanan sehari-hari pun ikut musim. Kedai bunsik nempel menu kongguksu atau naengmyeon khusus musim panas lalu diam-diam dicopot, sementara minimarket dan kafe ngeluarin menu musiman stroberi, kastanye, dan ubi yang langsung jadi ajang pamer di medsos. Kalau di drakor ada tokoh jalan pulang malam-malam di musim dingin sambil bawa kantong kertas bungeoppang, buat orang Korea itu udah langsung kode musim.