bunsik (분식)
Paket jajanan murah dan cepat khas Korea: tteokbokki, gimbap, sundae, gorengan. Kenalnya di depan sekolah, terus nggak bisa berhenti sampai dewasa, jadi buat orang Korea ini nostalgia masa kecil banget.
Arti harfiahnya 'makanan dari tepung'. Istilah ini populer di tahun 1960 sampai 70-an, waktu pemerintah mendorong makanan berbahan terigu supaya hemat beras. Sejak itu artinya melebar terus, sampai gimbap dan sundae yang sama sekali nggak pakai tepung pun ikut disebut bunsik. Secara teknis gimbap justru masuk kategori kebalikannya, makanan biji utuh, tapi nggak ada yang peduli.
Menu kedai bunsik itu luas banget. Tteokbokki, sundae, gorengan, dan odeng itu wajib, tapi satu kedai juga bisa jual ramyeon, jjolmyeon, udon, tonkatsu, sampai omurice. Mencocol gorengan atau sundae ke saus tteokbokki udah kayak aturan tak tertulis, dan banyak waralaba yang adu level pedas. Kedai kayak Gimbap Cheonguk yang jual segala menu dengan murah praktis jadi warung makan sehari-hari warga.
Senjata utamanya harga bersahabat dan kecepatan, makanya kedai bunsik numpuk di depan sekolah dan kantor buat nangkep pelajar kantong tipis dan karyawan yang jam makan siangnya mepet. Beli cup tteokbokki pulang sekolah karena makan siang sekolah kurang nendang itu adegan wajib di drakor anak sekolah. Gang cup bap di Noryangjin, tempat para pejuang ujian isi tenaga, juga satu keluarga.
Sekarang bunsik udah merambah layanan antar dan minimarket, dan tteokbokki plus gorengan jadi konten mukbang yang nggak ada matinya. Paling gampang juga buat makan sendirian. Sejak Hallyu meledak, kedai di luar negeri mulai pakai kata 'bunsik' dan 'bunsikjip' apa adanya. Batasnya tipis dengan jajanan pojangmacha dan pasar tradisional, pokoknya ini jantung makanan rakyat Korea.