
samgyetang (삼계탕)
Ayam muda utuh yang perutnya diisi ketan, ginseng, dan kurma merah, lalu direbus lama sampai dagingnya lembut banget. Orang Korea melawan hari paling panas di musim panas pakai sup yang masih mendidih, dan logika inilah yang paling bikin orang asing bingung.
Namanya sudah jadi resep: sam artinya ginseng, gye artinya ayam. Kalau ginsengnya nggak ada, itu bukan samgyetang lagi, cuma baeksuk alias ayam rebus biasa. Pas tiga hari boknal, hari-hari paling gerah menurut kalender lunar, samgyetang muncul di mana-mana, dari kantin kantor sampai nampan makan wajib militer. Ini cara klasik buat giryeok bochung alias isi ulang tenaga: keringetan sambil makan yang panas biar badan segar lagi. Logikanya mirip haejang, ritual sup pereda mabuk. Makanya berita soal malam tropis dan antrean panjang di depan resto samgyetang selalu datang barengan. Sama kayak tteokguk pas Tahun Baru, ini makanan musiman yang nempel ke tanggal tertentu.
Sejarahnya ternyata pendek. Ayam rebus utuh sudah ada sejak zaman Joseon, tapi versi pakai ginseng baru muncul di masa penjajahan Jepang, waktu keluarga kaya mencampur bubuk ginseng ke kaldu ayam. Setelah merdeka, tahun 1950-an dijual dengan nama gyesamtang, dan nama sekarang baru dipakai tahun 1960-an. Begitu kulkas makin umum dan ginseng bisa disimpan lebih lama, bubuknya diganti akar ginseng kering utuh. Posisinya sebagai menu boknal nomor satu makin kuat waktu sup daging anjing mulai ditinggalkan, dan dengan larangan konsumsi daging anjing sekarang praktis nggak ada saingan.
Mengenyangkan banget: katanya satu mangkuk kalorinya melebihi tiga mangkuk nasi. Ada mitos kurma merahnya jangan dimakan karena menyerap zat jahat dari ayam, padahal itu nggak benar. Kenapa samgyetang di resto lebih gurih dari bikinan rumah? Mereka merebus kaldu terpisah dari ceker dan tulang berjam-jam, lalu begitu kamu pesan, ayam yang sudah dimasak dimasukkan ke kaldu itu dan direbus sekali lagi.
Turis juga suka banget. Nggak pedas dan aromanya nggak nyengat, jadi cocok buat kenalan sama makanan Korea, dan jadi menu wajib turis Jepang. Uniknya, orang asing malah lebih sering makan ini di musim dingin. Tahun 2016, adegan di Descendants of the Sun waktu pemeran utama pria masakin samgyetang buat pemeran utama wanita viral di China, dan Juni tahun itu ribuan turis China kumpul di Taman Sungai Han Banpo buat acara makan samgyetang bareng. Bisa dibilang ini gelombang kedua hallyu versi ayam, setelah demam chimaek tahun 2014.