
chi-maek: chicken + 맥주 (치맥)
"Chi" dari chicken, "maek" dari maekju alias bir. Dua-duanya bukan makanan Korea, tapi dipasangin sampai dibikinin kata sendiri? Itu Korea banget.
Nggak ada catatan pasti kapan mulainya. Ada teori KFC masuk pertengahan 80-an lalu dipasangin sama bir draft; ada juga yang bilang perusahaan bir Korea di era 80-90an gencar bikin bar bir ala Jerman yang disebut hof. Ayam goreng murah dan gampang dibanyakin, jadi menggeser sosis dan jadi camilan minum andalan. Dari situ juga muncul kedai ayam goreng yang ada di tiap sudut Korea.
Meledaknya pas musim panas 2002. Kedai ayam panen tiap hari pertandingan, dan sejak itu chimaek jadi menu wajib buat nonton olahraga, mau sepak bola, bisbol, atau laga Korea lawan Jepang. Bahkan ada berita pesanan melonjak di malam siaran hitung suara pemilu. Di liga bisbol profesional, laga Doosan (dulu punya OB Beer) lawan Hanwha (julukannya "ayam") dijulukin Chimaek Series.
Drakor yang bikin mendunia. Setelah karakter Jun Ji-hyun ngidam chimaek di hari bersalju dalam My Love from the Star, chimaek langsung booming di China, antreannya panjang padahal lagi musim flu burung. Ini contoh klasik satu drama yang ngubah pasar. Akhir 2010-an chimaek juga jadi tren baru di Inggris, sampai ada gerai chimaek ala Korea di London.
Rahasianya di jenis bir. Lager yang ringan dan kering lebih ampuh ngusir rasa berminyak dibanding ale yang aromanya kuat. Seorang presenter asal Jerman di Korea pernah bilang dia baru tahu ayam dan bir cocok setelah tinggal di Korea. Turunannya banyak: chi-col pakai cola, pi-maek pakai pizza, chi-sso pakai soju.
Sekarang rumus musim panas di Seoul: pesan lewat aplikasi delivery kayak Baemin, terus makan di atas tikar di Taman Sungai Han. Iya, kalorinya bom dan dokter ngingetin soal asam urat. Tapi kebanyakan orang mutusin bahagianya sepadan.