Baemin
Aplikasi pesan antar makanan paling banyak dipakai di Korea. Semua orang nyebutnya Baemin, dan font retro yang sengaja dibikin norak plus copy iklannya yang absurd bikin dia jadi contoh branding di buku teks.
Awalnya malah aplikasi buku telepon. Woowa Brothers, startup milik desainer Kim Bong-jin, merilis aplikasinya tahun 2010. Karena buku telepon nggak menghasilkan, timnya nyari hal yang paling sering bikin orang Korea nelpon, dan jawabannya delivery. Mereka ngoding pindah-pindah kafe karena belum punya kantor, dan tiap subuh keliling ngumpulin brosur restoran sampai akrab sama satpam apartemen. Namanya plesetan: baedal (倍達) itu sebutan lama untuk bangsa Korea, sementara baedal (配達) artinya antar. Iklan "Teman-teman, kita ini bangsa apa?" bahkan pakai lukisan berburu era Goguryeo biar lelucon itu makin maksimal.
Yang bikin Baemin jadi brand beneran adalah font. Tahun 2012 mereka merilis font Hanna yang terinspirasi papan toko jadul, gratis dan boleh dipakai komersial, jadi nyebar dari menu restoran sampai subtitle TV. Hanna dan Jua itu nama dua putri CEO, sementara Dohyeon, Yeonsung, dan Kirang Haerang dipilih lewat undian dari nama anak-anak karyawan. Font Euljiro 10 Tahun Kemudian meniru cat papan toko yang mengelupas dalam tahap 10, 20, dan 30 tahun. Merch berisi satu kalimat receh pakai Hanna hitam tebal di atas putih udah jadi meme hangeul sendiri. Maskotnya, Dokgo Baedal-i yang kayak diukir dari kayu, juga langganan muncul di iklan.
Begitu aplikasi delivery jadi bagian hidup sehari-hari, chimaek dan makan sendirian tinggal beberapa ketukan. Per Juli 2026, penggunanya di Korea 23,02 juta orang. Tapi sisi gelapnya juga nyata. Struktur komisinya membebani pemilik usaha kecil kayak kedai ayam goreng dan dituding bikin harga makanan naik. Baemin Connect, yang bikin orang biasa bisa ngantar jalan kaki, naik sepeda, atau motor sebagai kerja sampingan, dikritik karena bayarannya kecil dan kurirnya harus nanggung alat dan asuransi sendiri, jadi pusat perdebatan soal kerja platform.
Kisah pemiliknya juga penuh plot twist. Tahun 2021 dibeli Delivery Hero dari Jerman, jadi aplikasi yang terus teriak soal "bangsa kita" malah jadi perusahaan Jerman. Naver yang investasi 35 miliar won tahun 2017 dapat 360,2 miliar won dari akuisisi itu, sekitar sepuluh kali lipat. Kantor pusatnya yang dijuluki "Rumah yang Lebih Besar" ada di Lotte World Tower, Jamsil. Serangan Coupang Eats bikin Baemin kehilangan posisi nomor satu di Seoul akhir 2025. Satu fakta kecil yang lucu: nama paket aplikasi Android-nya masih sampleapp.