kaemping-gwa chabak: camping + 차박 (캠핑과 차박)
Mau pakai tenda atau tidur di mobil, camping ala Korea itu bukan soal bertahan hidup di alam, tapi lebih kayak ruang tamu outdoor dengan gear lengkap. Chabak, nginep semalam di mobil, adalah versi yang paling hits sekarang.
Alasan camping Korea beda jauh dari versi Barat ada di geografinya. Sekitar 70% wilayahnya pegunungan, dan sebagian besar hutan melarang kemah dan masak, jadi pasang tenda tanpa ada siapa-siapa dalam radius berkilo-kilometer hampir mustahil. Camping biasanya berarti booking petak di bumi perkemahan yang ada air dan listriknya, dan tujuannya kebanyakan makan, minum, dan santai di luar dengan nyaman. Daging dibakar di arang, dan sup atau jjigae hampir wajib. Bulmeong, bengong natap api unggun, sampai viral dan bikin penjualan tungku api ikut naik.
Era kejayaan auto camping di tahun 2000-an itu perang gear. Orang bawa tenda seukuran ruang tamu, AC khusus camping, sampai proyektor, pokoknya kayak pindahan rumah. Satu set lengkap dari brand top bisa habis 5 sampai 10 juta won. Waktu set sendok titanium harganya sekitar 50.000 won, sampai ada jokes kalau di bumi perkemahan ada lebih banyak titanium daripada di pusat antariksa Korea. Pas para ayah mulai capek angkut barang tiga kali bolak-balik lift, anak-anaknya tumbuh dewasa dan pindah ke backpacking ringan dan chabak.
Kata chabak berasal dari kosakata Sino-Korea: cha (mobil) dan bak (bermalam), terinspirasi dari shachuhaku Jepang. Aslinya cuma tidur tenang di mobil lalu lanjut jalan, tapi di Korea sering dicampur dengan car camping lengkap, tenda nyambung ke mobil plus masak-masak. Cukup SUV harianmu dan satu kasur, jadi gampang banget mulainya, dan mobil listrik yang kuat nyalain pemanas atau AC semalaman jadi favorit. Di musim dingin, teman wajibnya kasur pemanas listrik. YouTube penuh vlog tenang cewek-cewek yang camping sendirian, review gear, dan video satu malam.
Ledakannya datang bareng perubahan gara-gara pandemi. Orang ninggalin hotel yang ramai demi ruang sendiri, vibe kebahagiaan kecil yang pasti dan acara healing kayak Three Meals a Day makin mengompori, dan generasi MZ jadi kalangan camper baru. Pantai-pantai pesisir timur seperti di Gangneung jadi spot chabak yang ramai.
Tapi ada sisi gelapnya. Orang nongkrong di tempat tanpa izin, menguasai parkiran, ninggalin sampah tanpa peduli aturan pilah sampah, dan berisik sampai larut, sampai pemda mulai memungut biaya di parkiran yang tadinya gratis dan menutup toilet umum. Sejak September 2024, berkemah, memasak, atau menyalakan api di parkiran umum dilarang, dengan denda sampai 500.000 won.