Pantai musim panas
Pantai di Korea resminya buka dari pertengahan Juli sampai pertengahan Agustus, hampir pas satu bulan. Seluruh negeri tumpah ke momen itu, payung pantai berjejer rapat tanpa celah, dan malamnya orang main kembang api di pasir.
Ada sekitar 270 pantai resmi di seluruh Korea. Pas musim liburan, ada kereta tambahan khusus ke pantai, tiketnya habis tiap hari, dan jalan ke pesisir berubah jadi lahan parkir. Pantai termasuk 'tiga besar' tempat kabur dari panas bareng waterpark dan lembah gunung, dan kelebihannya: bebas bawa ban pelampung dan makanan sendiri. Makanya penyewaan ban laris manis. Beda sama pantai ala Barat yang isinya berjemur, orang Korea langsung nyebur dan main air.
Ikonnya adalah Haeundae. Namanya diambil dari 'Haeun', nama pena sastrawan akhir Silla bernama Choe Chi-won, dan tulisan yang katanya dia pahat masih ada di batu Pulau Dongbaek. Setelah Perang Korea, tempat ini sempat jadi area istirahat militer AS sebelum dibuka jadi pantai umum tahun 1965. Tiap musim panas berita selalu buka dengan 'ratusan ribu orang di Haeundae', padahal hitungan Pemkot Busan terkenal royal banget sampai peneliti katanya menganggap hingga 40% cuma angka gelembung. Malamnya jadi panggung busking, bahkan ada jaring buat nahan ubur-ubur. Gangneung di pantai timur dan Yeosu di selatan juga jadi tujuan wajib. Info penting: pantai barat dekat Seoul kebanyakan dataran lumpur pasang surut, lebih cocok buat cari kerang daripada berenang.
Satu hal yang wajib diketahui turis: di Korea, memotret orang asing yang pakai baju renang bisa kena pasal perekaman ilegal. Turis yang cuma mau foto kenangan lumayan sering dilaporkan. Korea memang sangat waspada soal kejahatan seksual digital.
Laut musim panas juga kode pop culture. Red Flavor selalu balik ke chart tiap musim panas, dan festival musim panas kayak pesta pistol air Waterbomb bawa vibe pantai ke atas panggung. Sepiring sashimi ala Korea sambil lihat laut itu wajib. Tapi malam tropis yang makin panjang mulai mengubah semuanya. Tahun 2024 panasnya bertahan sampai akhir September, orang tetap berenang setelah pantai tutup, kecelakaan terjadi karena nggak ada penjaga pantai, dan Haeundae mulai mempertimbangkan perpanjangan musim. Musim yang makin bergeser kelihatan duluan di pasir pantai.