Three Meals a Day
Isinya cuma masak tiga kali makan sehari dengan tangan sendiri di rumah desa. Nggak ada drama, nggak ada game, tapi bikin nagih, dan akhirnya jadi cetak biru variety show healing Korea.
Awalnya dari mimpi sederhana. Produser Na Young-seok lagi curhat bareng rekan kerja yang capek banget, lalu seorang penulis bilang dia cuma pengin duduk di rumah desa yang sepi, dengar suara hujan netes dari atap, goreng pancake gurih, terus tidur siang di lantai kayu. Semua langsung relate. Pas beneran cari rumah desa, harga tanahnya ternyata mahal, tanda banyak orang punya mimpi yang sama. Tujuannya jelas: bukan acara yang bikin ngakak, tapi tontonan yang bisa dinikmati pekerja kantoran sambil minum bir sampai ketiduran. Tayang perdana di tvN Oktober 2014.
Musim pertama di Jeongseon dibintangi Lee Seo-jin. Waktu Grandpas Over Flowers, Na suka ngeledek dia sebagai raja masak, sampai bikin trailer palsu acara masak. Eh, candaan itu jadi acara beneran. Ditaruh di rumah pertanian di Gangwon, Lee rebahan di lantai habis makan pertama sambil meratap kenapa sih mereka ngelakuin ini, dan terus bilang acaranya bakal gagal. Kenyataannya kebalikan: rating mulai sekitar 4 persen dan pecah rekor hampir tiap minggu. Bikin tungku kayu dari nol, berkebun, sampai motong sorgum buat bayar utang ke tim produksi jadi sumber tawa. Di musim kedua Kim Kwang-kyu gabung, dan chemistry cowok kota yang kikuk makin meledak.
Legenda yang sebenarnya lahir di edisi desa nelayan. Lokasinya Manjaedo, pulau yang butuh lima setengah jam naik kapal dari Mokpo dan sekitar 14 jam dari Seoul, tempat Na dulu pernah syuting 2 Days & 1 Night. Di sinilah Cha Seung-won dan Yoo Hae-jin mengubah segalanya. Cha, mantan model yang jadi aktor, langsung bikin salad dari rumput laut yang baru pertama kali dia lihat, bumbuin semuanya pakai feeling, bahkan bikin makgeolli sendiri. Tim produksi yang panik terus naikin level: sup fishcake, tumis cabai plus bakpao, sampai roti tawar homemade dengan selai jeruk. Dibantu Yoo, Cha menyulap tungku tanah jadi oven dan beneran berhasil manggang roti. Julukannya jadi Cha-jumma, gabungan namanya dan ajumma. Yoo pegang urusan mancing, bikin api, benerin semua alat, plus lawakan bapak-bapak tanpa henti. Penonton bercanda Jeongseon itu kisah kakak-adik budak, sementara desa nelayan kayak dokumenter pasangan kakek-nenek yang mesra. Son Ho-jun masuk sebagai si bungsu, dan ratingnya tembus dua digit, gede banget buat TV kabel.
Setelah itu serinya terus berpindah. Edisi Gochang menambah Nam Joo-hyuk. Lee Seo-jin berangkat ke pulau Deukryangdo bareng Eric dan Yoon Kyun-sang, dan harus bikin SIM kapal dulu. Edisi pegunungan 2019 pakai tiga pemain perempuan saja, Yum Jung-ah, Yoon Se-ah, dan Park So-dam, yang dianggap langkah paling berani Na. Musim kelima desa nelayan tahun 2020 pindah ke pulau mungil Jukguldo dengan Gong Hyo-jin sebagai tamu pertama.
Spin-off-nya juga seru banget. Dari undian ala hukuman di New Journey to the West lahir versi Islandia, yang ngirim Lee Soo-geun dan Eun Ji-won buat lihat aurora. Lalu Na janji bakal ngirim mereka ke bulan kalau channel YouTube-nya tembus sejuta subscriber, dan pas hampir tercapai dia malah minta orang-orang unsubscribe. Drama itu berujung ke acara spesial dengan SECHSKIES. Tahun 2021, pemain Hospital Playlist termasuk Cho Jung-seok kumpul di rumah pegunungan buat crossover. Di ulang tahun kesepuluh tahun 2024, Cha dan Yoo balik lagi lewat edisi spesial yang mengundang tamu.
Buat fans luar negeri, yang menarik adalah masak di pedesaan itu sendiri sudah jadi impian orang Korea. Ini bukan mukbang yang heboh; bintangnya adalah waktu pelan saat nyalain api, bikin lauk, dan makan bareng. Dengan membuktikan acara tanpa kejadian apa-apa bisa laku, format ini jadi kerangka buat banyak reality show observasi sesudahnya.