decodeK

MZ sedae: Millennials + Gen Z + 세대 (MZ세대)

KataGenerasiBahasa gaulPerdebatan

Label buatan Korea yang menggabungkan milenial dan Gen Z jadi satu. Rentangnya hampir 30 tahun kelahiran, sering dikritik karena nggak menjelaskan apa-apa, tapi berita dan iklan tetap doyan banget pakai kata ini.

Kira-kira mencakup orang yang lahir dari 1981 sampai sekitar 2010. Coba hitung: orang tua kelahiran 1981 dan anaknya kelahiran 2010 sama-sama 'MZ', satu generasi. Keanehan ini merangkum seluruh perdebatannya. Di luar Korea, milenial dan Gen Z dipisah jelas, dan 'MZ' praktis cuma dipakai di Korea. Kalau kamu lihat 'Gen MZ' di judul berita bahasa Inggris, hampir pasti yang nulis media Korea.

Awalnya dari marketing. Sebuah lembaga riset anak muda memakainya di buku tren tahun 2018, lalu buku tren, koran, brand, dan politisi ikut-ikutan sampai istilah ini meledak sekitar 2021. Karena selalu muncul tiap ada yang mau suara atau dompet anak muda, para 'MZ' sendiri malah sinis: ini cuma cara orang tua bikin 'anak zaman sekarang' terdengar keren. Meme yang menyindirnya: "Young banget? Totally MZ!"

Cara bacanya pun beda-beda. Lembaga Bahasa Nasional Korea bilang yang benar 'em-jet', tapi kebanyakan orang yang dilabeli justru baca 'em-ji', ala Amerika.

Di variety show dan video pendek, MZ hampir selalu jadi karakter 'anak zaman now': karyawan baru yang pakai earphone seharian dan nggak nyambung diajak ngomong, junior yang nggak tahu kata dasar kayak 'saheul' (tiga hari) atau kata sopan untuk umur. Kata kunci kayak work-life balance dan MBTI juga selalu ikut nempel. Generasi tua dicap kkondae, generasi muda dicap MZ, dan dua-duanya jadi bahan ledekan. Pasangannya ya 'zaman aku dulu'. Media bahkan mulai pakai sebutan kayak 'preman MZ' di berita kriminal, jadi kesannya makin merendahkan.

Ada kritik yang lebih tajam. Di tahun 2010-an, anak muda disebut generasi N-po, generasi yang menyerah soal pacaran, nikah, dan punya rumah. Dengan label itu, susah menyalahkan mereka. Waktu 'MZ' menggantikannya di tahun 2020-an, kata para kritikus, kebiasaan belanja yang sama nggak lagi dibaca sebagai kebahagiaan kecil setelah menyerah pada hal besar, tapi sebagai flexing yang nggak mikir.

Belakangan media mulai mempersempit dan beralih ke 'Gen Z'. Bisa jadi 'MZ' nanti cuma jadi buzzword jadul.