jeongsin geongang uihakgwa (정신건강의학과)
Nama resmi psikiatri di Korea. Bertahun-tahun orang menunda ke sana karena takut soal catatan medis, tapi buat anak muda sekarang rasanya makin mirip periksa ke dokter waktu pilek.
Namanya saja punya cerita. Dulu digabung dengan neurologi sebagai 'neuropsikiatri' sampai dipisah tahun 1982, lalu tahun 2011 diganti jadi nama panjang ini, kira-kira 'bagian kedokteran kesehatan jiwa', supaya stigma kata lamanya berkurang. Tapi orang tetap nyebutnya jeongsingwa. Gambaran yang dulu melekat di kepala orang Korea kayak film horor: gedung putih di atas bukit. Ke sana itu hal yang bahkan nggak diceritakan ke keluarga, dan sampai sekarang banyak klinik kirim SMS pengingat janji yang cuma bilang 'Ini dari rumah sakit' tanpa nyebut nama bagiannya.
Ketakutan terbesarnya soal catatan. Kalau pakai asuransi, kode diagnosis tercatat, dan orang khawatir itu bakal merugikan waktu melamar kerja atau daftar asuransi swasta. Lama sekali riwayat pengobatan depresi memang bikin susah dapat asuransi. Sejak 2013, konseling tanpa resep obat nggak meninggalkan catatan psikiatri, dan rekam medis dilindungi hukum jadi perusahaan nggak bisa mengintip. Meski begitu, rasa waswas nggak langsung hilang, dan ada yang memilih bayar sendiri daripada pakai asuransi kesehatan nasional.
Yang mengubah suasana adalah orang-orang di layar. Seorang psikiater muncul di acara parenting dan menjelaskan hal seperti ADHD sebagai penyakit sungguhan, dan para selebriti mulai terang-terangan menyebut gangguan panik atau depresi. Agensi juga mulai mengumumkan diagnosis dan menunggu pemulihan, seperti pada hiatus MINA karena gangguan kecemasan. Setelah kehilangan Jonghyun dan Sulli, komentar jahat dan kesehatan mental idol jadi pertanyaan seluruh negeri. Drakor seperti It's Okay to Not Be Okay mulai mengangkat kesehatan mental secara terang-terangan.
Buat generasi MZ, ke psikiater sekarang lebih mirip sesuatu yang dicoba waktu kena mental parah. Klinik dekat rumah yang antreannya berminggu-minggu sudah biasa, dan spesialisasi yang dulu dihindari mahasiswa kedokteran kini jadi favorit. Fakta seru: Jepang bikin bagian terpisah untuk gejala ringan, sedangkan Korea memilih ganti nama saja.