Kesehatan mental jadi sorotan utama
Sekitar musim panas 2020, drakor mulai menaruh kesehatan mental di tengah cerita, bukan cuma jadi tempelan latar. Cara bercerita yang nggak menggambarkan konseling dan pengobatan sebagai hal memalukan mulai jadi standar sejak saat itu.
Pemicunya justru datang dari luar layar. Desember 2017, Jonghyun SHINee meninggal dunia, dan setelah itu industri K-pop untuk pertama kalinya mulai bicara soal depresi secara terbuka. Tahun 2019, setelah kehilangan Sulli, soal seberapa jauh akpeul (komentar jahat) bisa menekan seseorang jadi isu nasional. Di tahun yang sama, MINA TWICE rehat di tengah tur dunia dan terbuka soal gangguan kecemasannya. Idol yang bilang "aku lagi nggak baik-baik aja" lalu didukung fans, pelan-pelan menggoyang anggapan lama bahwa ke psikiater berarti hidupmu tamat.
Di dunia drama, retakan pertama datang dari My Mister tahun 2018. Dua tokoh yang diperankan Lee Sun-kyun dan IU nggak pernah dapat diagnosis apa pun, tapi drama ini bikin kamu ngerasain banget gimana rasanya ditekan hidup. Dua orang yang bertahan cuma karena diam-diam saling menjaga, buat banyak penonton ini masih drakor yang paling membekas.
Titik baliknya adalah It's Okay to Not Be Okay yang tayang di tvN Juni 2020. Ada Moon Gang-tae (Kim Soo-hyun), perawat pendamping di bangsal psikiatri; Ko Moon-young, penulis dongeng anak yang nggak paham rasanya cinta; dan Sang-tae (Oh Jung-se), kakak Gang-tae yang berada di spektrum autisme. Sebagian besar ceritanya terjadi di rumah sakit jiwa yang namanya literally OK Hospital, dan para pasiennya digambarkan sebagai tetangga dengan kisah masing-masing, bukan tontonan. Di catatan konsep drama, tim produksi mengutip data soal banyaknya orang Korea yang hidup dengan masalah mental, lalu bertanya apakah "normal" pantas ditentukan cuma karena jumlahnya mayoritas. Buku dongeng Moon-young yang gelap itu aslinya nggak ada, tapi toko buku kebanjiran pertanyaan sampai akhirnya beneran diterbitkan.
Berkat tayang bareng di Netflix, drama ini jadi nomor satu di Jepang dan banyak negara Asia Tenggara, masuk daftar serial internasional terbaik 2020 versi The New York Times, dan dapat nominasi International Emmy. Akting Oh Jung-se sebagai Sang-tae dipuji detail tanpa jadi karikatur. Obrolannya lalu melebar ke cara disabilitas ditampilkan di layar, dan berlanjut ke Extraordinary Attorney Woo (2022) yang tokoh utamanya pengacara autis.
My Liberation Notes (2022) dari JTBC menggali sisi yang lebih sehari-hari. Tiga bersaudara yang tiap hari pulang-pergi dari ujung Gyeonggi ke Seoul, hampa dan kehabisan tenaga. Nggak ada yang menyebut nama penyakitnya, tapi semua pekerja kantoran paham rasanya. Adegan Kim Ji-won minta Son Suk-ku untuk chuang dirinya ("puja aku") jadi kalimat paling viral tahun itu. Lalu tahun 2023, Park Bo-young jadi perawat psikiatri di serial Netflix Daily Dose of Sunshine, yang dari judulnya saja sudah memanggil bangsal sebagai tempat datangnya pagi, bukan lorong gelap.
Di luar layar, nadanya ikut berubah. Makin banyak selebriti yang santai cerita di variety show bahwa mereka rutin ke klinik kesehatan jiwa, dan tokoh drama yang duduk di ruang konseling bukan lagi plot twist. Tapi masih banyak juga yang ragu karena takut ada catatan medis, atau takut riwayat asuransi kesehatan nasional mereka nanti merugikan, dan itu realitas Korea banget. Penonton punya sebutan untuk gelombang ini: janjanhan wiromul, drama tenang penghibur hati yang nggak maksa bikin nangis, cuma bilang bahwa nggak apa-apa kalau lagi nggak baik-baik aja.