
Son Suk-ku
Aktor yang baru debut di atas umur 30, lalu di tahun 2022 saja sukses bawain villain psikopat sekaligus cowok pendiam yang romantis. Dia juga yang bikin kata jadul "chuang" alias memuja jadi kata paling viral tahun itu.
Lahir di Daejeon tahun 1983, waktu kecil dia pemalu banget sampai ayahnya khawatir, jadi pas SMP dia sekolah sendirian ke Amerika buat mengubah diri. Dia lagi mengejar mimpi jadi sutradara dokumenter di School of the Art Institute of Chicago waktu harus pulang buat wajib militer, dan selama dinas dia malah daftar sukarela ke unit Zaytun di Erbil, Irak. Habis itu dia tiba-tiba ke Kanada mau jadi pemain basket, kena realita, lalu banting setir belajar akting. Calon sutradara dokumenter, tentara, calon atlet basket, baru aktor. Jalannya muter-muter banget.
Dia mulai dari panggung teater di Daehangno, jadi bagian paduan suara drama Oedipus tahun 2011. Drama panggung yang dia adaptasi dan bintangi ternyata ditonton orang dari serial Netflix Sense8, yang lalu mengajaknya audisi, dan itu jadi proyek internasional pertamanya. Tahun 2018 peran villain di drakor Mother bikin mukanya mulai dikenal, dan tahun 2019 cameo-nya di Be Melodramatic yang harusnya cuma satu episode terus bertambah karena penonton suka banget.
Tahun 2021 di D.P. dari Netflix dia jadi Lim Ji-seop, perwira licin yang memimpin tim pemburu desertir. Biar realistis, dia sampai nyari mantan komandan peletonnya waktu wamil buat minta masukan. Bareng Jung Hae-in dan Koo Kyo-hwan, serial ini membongkar kehidupan di barak apa adanya dan memicu perdebatan nasional soal kekerasan di militer. Tahun yang sama dia menulis dan menyutradarai film pendek Rerun untuk antologi Unframed, berangkat dari catatan yang dia tulis di sebuah pernikahan sambil membayangkan hari seorang bibi dan keponakannya.
Lalu datang 2022. Bulan Mei dia jadi Kang Hae-sang, villain utama yang adu jotos dengan Ma Dong-seok di The Roundup, film yang ditonton 12,69 juta orang. Hampir bersamaan dia jadi Tuan Gu di My Liberation Notes, cowok yang menyembunyikan masa lalunya dan kerjanya cuma minum. Yang satu pembunuh brutal, yang satu pria pendiam yang bucin, dua-duanya berhasil. Kata chuang alias memuja, yang diminta Yeom Mi-jeong, tokoh yang diperankan Kim Ji-won, jadi dialog paling banyak dikutip tahun itu, dan penulisnya bilang aktingnya menembus batas naskah yang dia tulis. Dalam sekejap dia jadi meme "tipe ideal" dan wajah utama angkatan 2022, para aktor pendukung lama yang barengan naik jadi pemeran utama. Tahun itu juga dia dapat Aktor Pendatang Baru Terbaik dari Asosiasi Kritikus Film Korea dan Aktor Tahun Ini kategori serial dari Cine21.
Setelah itu filmografinya nggak pilih-pilih genre. Di Casino dari Disney+, dia memimpin cerita bareng Choi Min-sik sebagai polisi Korea yang ditugaskan ke Filipina, dan dialog bahasa Inggrisnya dia terjemahkan dan rapikan sendiri. Tahun 2024 di A Killer Paradox yang diangkat dari webtoon, dia jadi Jang Nan-gam, detektif ngotot yang memburu Choi Woo-shik, lengkap dengan brewok yang mirip banget sama versi komiknya. Tahun 2025 di Heavenly Ever After dia dipasangkan dengan Kim Hye-ja dan memerankan tokoh paling baik dan polos sepanjang kariernya.
Dia juga pernah merasakan mahalnya satu kalimat. Tahun 2023, di jumpa pers Soldiers in the Tree, comeback teaternya setelah sembilan tahun, dia menyebut pengalaman panggungnya dulu sebagai "akting palsu", dan seorang aktor teater senior mengkritiknya terbuka. Di wawancara berita dia mengakui itu karena sikapnya yang picik waktu itu dan pilihan kata yang kurang matang, lalu mengirim surat permintaan maaf tulisan tangan ke senior tersebut dan dapat balasan. Pertunjukannya sendiri sudah sold out sebelum dibuka dan jadwalnya diperpanjang.
Waktu promosi film Troll Factory dia muncul di empat acara YouTube, dan obrolannya dengan komedian Jang Do-yeon, yang pernah dia sebut sebagai tipe idealnya, berasa kayak kencan buta sampai tembus 10 juta views. Mata ngantuk dan alis tipisnya bikin ekspresinya susah ditebak, dan fans sering menyamakan mukanya dengan rubah Tibet atau anjing Jindo; Park Hae-soo dan Cho Seung-woo juga sering disebut mirip dia. Hobinya kaligrafi, melukis, dan menulis, dan sekarang dia juga jadi produser: film pendek Night Fishing dia produksi sekaligus bintangi sendiri.