Angkatan yang meledak di 2022
Aktor-aktor yang bertahun-tahun jadi pemeran pendukung naik jadi pemeran utama di tahun yang sama. 2022 adalah momennya para late bloomer, didorong makin banyaknya drama dan platform streaming yang lagi haus wajah baru.
Kalau mau merangkum gelombang ini dalam satu orang, jawabannya Son Suk-ku. Dia pindah ke Amerika waktu SMP, kuliah penyutradaraan dokumenter di Chicago, lalu pas wajib militer malah daftar sukarela dikirim ke Irak bareng unit Zaytun. Habis itu dia sempat ngejar mimpi jadi pemain basket di Kanada, gagal, dan baru deh mulai akting, diawali jadi anggota paduan suara di sebuah pentas teater di Seoul tahun 2011. Tahun 2019 dia cuma dijadwalkan muncul satu episode di drama Be Melodramatic, tapi penonton suka banget sampai porsinya terus ditambah. Tahun 2021 dia jadi perwira nyebelin Lim Ji-seob di D.P. dari Netflix, dan orang mulai hafal wajahnya.
Lalu datang 2022. Bulan Mei dia jadi Kang Hae-sang, villain psikopat yang berhadapan dengan Ma Dong-seok di The Roundup. Hampir barengan, dia jadi Mas Gu, pria pendiam yang hobi minum di My Liberation Notes dari JTBC. Pembunuh sadis dan cowok romantis penuh luka, dua peran yang bertolak belakang meledak bersamaan, dan dia langsung jadi meme tipe ideal. Dialog saat sang tokoh perempuan memintanya untuk memuja dirinya jadi ungkapan paling ngetren tahun itu, dan orang-orang manggil dia Mas Gu padahal marganya Son. Penulis Park Hae-young bilang aktingnya menembus batas naskah yang dia tulis. Drama ini tetap nangkring di peringkat 1 Netflix Korea bahkan setelah tamat. Fakta seru: Korea adalah satu-satunya negara tempat Stranger Things 4 nggak pernah jadi nomor 1, dan drama inilah penyebabnya.
Musim panas jadi milik Extraordinary Attorney Woo. Tayang di ENA, channel kabel baru yang rating rata-ratanya di bawah 1%, drama ini dibuka dengan 0,9% dan ditutup dengan 17,5%. Sampai ada analisis sekuritas yang bilang 5% di ENA setara 50% di stasiun TV besar. Karena tayang barengan di Netflix, drama ini juga meledak di luar negeri. Park Eun-bin, pemeran pengacara autis Woo Young-woo, debut sejak umur enam tahun, dan lewat peran ini dia menang grand prize TV di Baeksang Arts Awards tahun berikutnya, daesang setelah lebih dari dua puluh tahun berkarier.
Musim semi punyanya Kim Tae-ri. Pecinta drakor udah jatuh cinta sama dia sebagai nona muda di Mr. Sunshine, dan sebagai atlet anggar Na Hee-do yang tumbuh di masa krisis IMF dalam Twenty-Five Twenty-One, dia bawa pulang Aktris Terbaik kategori TV di Baeksang tahun itu. Sebelumnya, di awal tahun, Kim Da-mi udah bikin suasana hangat lewat romansa anak muda Our Beloved Summer.
Masih ada nama lain dengan label yang sama. Jung Hae-in, yang dulu identik dengan drama romantis, tampil beda total sebagai An Jun-ho, pemburu tentara desertir di D.P. Jeon Yeo-been naik dari film indie dan dikenal luas lewat Vincenzo. Ahn Jae-hong, si Jung-bong abadi dari Reply 1988, dan Yoo Jae-myung, aktor teater lama yang terkenal sebagai ketua Jang Dae-hee di Itaewon Class, juga masuk daftar pemeran utama yang datang belakangan.
Kenapa harus saat itu? Platform streaming makin gede-gedean investasi di drakor, dan channel kabel serta channel baru ikut rebutan slot tayang, jadi jumlah peran utama memang bertambah. Segelintir bintang papan atas nggak cukup buat ngisi semuanya, jadi giliran jatuh ke aktor pendukung yang aktingnya udah terbukti dan jebolan teater atau film indie. Penonton juga berubah: mereka lebih nyambung sama wajah yang terasa nyata dan cerita orang yang bertahan lama. Itulah kenapa anggapan streaming yang mencetak bintang terasa pas banget tahun itu. Mereka nggak terkenal dalam semalam. Mereka cuma kelihatan bareng-bareng dalam satu tahun.