Daesang untuk sang mantan aktris cilik
Aktris yang udah main di depan kamera sejak kecil ini menang Daesang TV di Baeksang lewat drakor dari channel yang masih baru banget. Sekaligus membuktikan kamu nggak butuh stasiun besar atau budget raksasa buat bawa pulang penghargaan terbesar tahun itu.
28 April 2023, Baeksang Arts Awards ke-59 di Incheon. Nama yang dipanggil untuk daesang TV adalah Park Eun-bin, daesang pertama dalam hidupnya, 27 tahun setelah debut di 1996. Saingan tahun itu berat banget: Narco-Saints, Reborn Rich, The Glory, Our Blues, Casino, Under the Queen's Umbrella, sampai Crash Course in Romance, judul-judul dari platform raksasa dan stasiun besar. Di tengah itu semua, pemeran utama tunggal dari channel yang baru ganti wajah malah naik ke posisi paling atas. Malam yang sama, sutradara Yoo In-sik juga menang sutradara terbaik kategori TV.
Drama yang bawa trofi itu adalah Extraordinary Attorney Woo. Waktu tayang perdana di ENA Juni 2022, rata-rata rating channel-nya bahkan di bawah 1 persen, dan episode pertama cuma 0,9. Terus word of mouth jalan dan ratingnya hampir dua kali lipat tiap episode. Episode 5 tembus 9 persen, episode 7 dapat 11,7 dan melewati rekor tertinggi hits tahun itu Twenty-Five Twenty-One dan Business Proposal, lalu ditutup di 17,5. Analis sampai bilang 5 persen di ENA setara 50 persen di TV nasional. Karena tayang barengan di Netflix, fans luar negeri ikut berdatangan, dan Park langsung nangkring di posisi pertama daftar talent of the year Gallup Korea pada kemunculan pertamanya.
Woo Young-woo adalah pengacara baru dengan autisme, IQ 164, hafal pasal dan putusan di luar kepala, tapi kesulitan cuma buat lewat pintu putar. Matanya langsung berbinar kalau ngomongin paus. Tim produksi sebagian terinspirasi dari cara ilmuwan hewan Temple Grandin membawakan diri di talk-nya, dan mereka bilang pengin mendobrak gambaran orang autis yang cuma bisa menerima bantuan. Drama ini memantik obrolan serius soal cara disabilitas digambarkan di layar. Kritikus melihat kegemasan akting Park bukan sekadar lucu, tapi membawa pesan bahwa orang dengan disabilitas juga bisa punya peran nyata di masyarakat.
Yang bikin kemenangan ini kerasa banget adalah semua yang terjadi sebelumnya. Park mulai kerja di 1996 sebagai model katalog baju anak, dan dialog pertama yang dia ingat adalah telur, jawaban buat ayahnya di drama SBS tahun 1998. Setelah itu dia berkali-kali jadi versi kecil bintang-bintang seperti Song Hye-kyo, Han Ji-min, dan Moon So-ri. Tantangan paling berat buat mantan aktor cilik adalah lepas dari citra anak-anak, dan dia melewatinya selangkah demi selangkah. Di Age of Youth JTBC tahun 2016 dia membalik citranya sebagai Song Ji-won yang ceplas-ceplos soal hal jorok. Di Hot Stove League SBS tahun 2019 dia jadi manajer operasional termuda tim bisbol, dan adegan dia melempar gelas ke tembok jadi momen favorit. Di Do You Like Brahms? tahun 2020 dia memainkan sonata biola hampir tanpa pemeran pengganti, dan di The King's Affection KBS tahun 2021 dia jadi perempuan yang hidup menyamar sebagai putra mahkota. Drama itu jadi serial Korea pertama yang menang International Emmy kategori telenovela.
Habis menang pun dia nggak santai. Buat Castaway Diva di tvN tahun 2023 dia ambil 43 kali les nyanyi dalam enam bulan dan pertama kalinya mencoba logat Jeolla, lalu di Hyper Knife Disney+ tahun 2025 dia jadi psikopat, peran villain pertamanya. Makanya malam itu diingat bukan sebagai keberuntungan instan, tapi sebagai puluhan tahun kerja keras yang akhirnya dibayar sekaligus.