
Extraordinary Attorney Woo
Drama hukum tentang Woo Young-woo, pengacara baru dengan spektrum autisme yang berjuang bertahan di firma hukum raksasa. Mulai dari rating 0,9% dan tamat di 17,5%, ini comeback paling gila di TV Korea tahun 2022.
Perkenalan dirinya aja udah jadi meme. "Namaku Woo Young-woo, dibaca dari depan atau belakang sama saja." Terus dia nyebutin deretan palindrom Korea kayak gireogi, tomato, sampai Yeoksam-yeok, dan satu Korea ikut hafal. Sahabatnya, Dong Geu-rami, nyapa dia pakai "Woo to the Young to the Woo!" lengkap dengan gerakannya, yang langsung ditiru di sekolah dan kantor. Young-woo punya IQ 164 dan hafal pasal serta putusan pengadilan di luar kepala, tapi nggak bisa lewat pintu putar, cuma mau makan gimbap, dan tiap ngobrol ujung-ujungnya bahas paus. Nama firmanya, Hanbada alias "lautan luas", juga diganti penulisnya setelah paus dipilih jadi motif utama drama ini.
Dramanya tayang di ENA, channel kabel baru yang rating 1% aja udah bagus. Jadi 0,9% di episode pertama sebenarnya lumayan. Habis itu word of mouth jalan: ratingnya hampir dua kali lipat tiap minggu dan tembus 9% di episode lima. Analis sampai bilang 5% di ENA setara 50% di TV nasional. Barengan tayang di Netflix, drama ini nangkring di posisi satu global kategori serial non-Inggris. Rating final 17,5% ngalahin rekor tertinggi Our Blues, Twenty-Five Twenty-One, dan Business Proposal, dan baru disalip Reborn Rich di akhir tahun. Di survei acara favorit Gallup Korea, drakor ini bahkan mecahin rekor sepanjang masa yang dipegang Infinite Challenge sejak 2015.
Awalnya dari sebuah film. Di Innocent Witness, film sebelumnya dari penulis Moon Ji-won, ada gadis autis yang bilang dia nggak mungkin jadi pengacara, tapi mungkin bisa jadi saksi. Produser nanya, gimana kalau anak itu tumbuh dewasa dan beneran jadi pengacara? Dari situ drama ini lahir. Sebagian karakter Young-woo juga terinspirasi dari Temple Grandin, ilmuwan hewan yang autis, dan cara dia bicara di atas panggung.
Cerita casting-nya juga legendaris. Tim produksi cuma mau Park Eun-bin, dan dia berkali-kali nolak karena takut nggak bisa memerankannya dengan baik. Bukannya cari aktris lain, mereka nunggu setahun penuh sampai jadwal tayang mundur dari 2021 ke 2022. Park sengaja nggak meniru orang autis sungguhan supaya nggak jadi karikatur, dan membangun perannya lewat riset. Peran ini bikin dia menang Daesang TV di Baeksang Arts Awards, momen yang dikenal sebagai puncaknya mantan aktris cilik.
Formatnya drama prosedural satu kasus per episode, dan banyak yang diangkat dari kasus nyata. Episode pohon di Sodeok-dong berasal dari gugatan proyek jalan tol, bedanya di dunia nyata warganya kalah. Kasus tarif kuil diambil dari Cheoneunsa di Jirisan yang narik 1.600 won dari tiap mobil lewat, sampai kalah di Mahkamah Agung dan membongkar loketnya tahun 2019. Arc peretasan di akhir terinspirasi kebocoran data sebuah situs belanja besar. Lalu ada Koo Kyo-hwan sebagai Bang Gu-ppong, orang yang membajak bus bimbel buat "membebaskan" anak-anak, yang nyuri perhatian cuma dengan satu episode cameo.
Fans masih sering muter ulang romansa "pasangan paus" Young-woo dan Lee Jun-ho (Kang Tae-oh), plus julukan "sinar matahari musim semi" buat rekannya, Choi Su-yeon. Suzy ikut isi OST, dan Park sendiri menyanyikan lagu lawas Jeju-do's Blue Night untuk episode di Jeju.
Drama ini juga memicu diskusi. Sama seperti Good Doctor yang sembilan tahun sebelumnya menampilkan dokter bedah autis, muncul komentar dari organisasi penyandang autisme dan kelompok keluarga soal apakah narasi "autis jenius" justru menutupi realita kebanyakan orang, topik penting dalam obrolan soal disabilitas di layar. Setelah itu terbit versi webtoon dan remake Jepang, dan drama ini selalu masuk daftar angkatan yang meledak di 2022.