decodeK

Good Doctor

Judul2013-08DrakorKedokteranRemake

Park Si-on adalah residen bedah anak yang ada di spektrum autisme, dan ini kisah tumbuh dewasanya. ABC membeli naskahnya lalu menjadikannya serial tujuh musim, remake drama Korea paling sukses sepanjang masa.

Tayang di KBS 2TV tiap Senin-Selasa dari 5 Agustus sampai 8 Oktober 2013, total 20 episode, ditulis oleh Park Jae-beom. Latarnya Rumah Sakit Universitas Sungwon yang fiktif. Si-on, diperankan Joo Won, masuk sebagai residen tahun pertama di bedah anak, sementara fellow Cha Yoon-seo (Moon Chae-won) dan profesor madya Kim Do-han (Joo Sang-wook) ribut soal pantas nggaknya dia di sana. Premisnya kedengaran berat, tapi nuansanya hangat: cowok yang pelan-pelan mendapat tempat di antara pasien cilik dan rekan kerja yang skeptis.

Niat pembuatnya cukup blak-blakan. Banyak orang bahkan nggak tahu bedah anak itu spesialisasi tersendiri, dan drama ini mau menunjukkan kenapa bidang itu selalu kekurangan dokter: sistem asuransi kesehatan yang membayarnya murah dan rumah sakit yang lebih mengejar departemen yang menguntungkan. Soal disabilitas, pendekatannya empati, bukan kasihan. Bukan klise autisme ala film Marathon yang dikenal penonton Korea, tapi gambaran bahwa tiap orang beda dan bisa bekerja seperti siapa pun.

Judul kerjanya dulu Green Mes, dari barang paling berharga Si-on: pisau bedah mainan warna hijau pemberian kakaknya, satu-satunya yang selalu memanggilnya jenius waktu dia di-bully. Sang kakak meninggal setelah ikut Si-on masuk ke terowongan tambang yang terbengkalai, dan kenangan itu membayangi seluruh cerita. Makanya album OST-nya punya lagu enam menit berjudul Green Mes.

Rating dibuka di 10,9% dan memuncak di 21,5% pada episode 16. Joo Won menang penghargaan aktor terbaik utama di KBS Drama Awards, dia dan Moon Chae-won dapat Best Couple, lalu dramanya meraih Drama Terbaik di Baeksang Arts Awards dan serial drama terbaik di Banff World Media Festival, Kanada. Organisasi penyandang disabilitas juga memberi penghargaan karena drama ini dianggap mengubah cara orang melihat disabilitas.

Joo Won, yang berlatar musikal, menyanyikan sendiri lagu OST Love Medicine. Di episode 18, Si-on berkhayal jadi cowok keren yang kencan dengan Yoon-seo sambil menyanyikan If I Were milik Ahn Chi-hwan, sebuah penghormatan ke film Oasis. Lagunya dirilis dua versi: suara asli Joo Won dan versi sebagai karakter Si-on.

Cerita episode 9 tentang anak penyanyi bernama Kyuhyun diambil dari kisah nyata. Waktu Kyuhyun Super Junior kritis karena kecelakaan mobil tahun 2007, ayahnya memohon agar tenggorokannya jangan dibedah karena anaknya penyanyi; dokter akhirnya membedah lewat samping tubuh dan dia selamat. Penulisnya minta izin memakai nama itu, dan Kyuhyun langsung setuju. Di drama, Si-on menemukan teknik yang menyelamatkan saraf di tengah operasi supaya suara si anak tetap aman.

Fakta kecil yang seru: adegan paru-paru kolaps yang ditolong pakai pulpen jadi trik andalan drama UGD, dan syutingnya di Seoul St. Mary's Hospital. Sekolah kedokteran Universitas Korea sampai memakai esai ujian tentang apakah orang autis seperti Park Si-on bisa jadi dokter yang baik, dan Gag Concert memparodikannya jadi drama makjang. Pemainnya juga banyak yang sama dengan Bridal Mask, drama Joo Won sebelumnya, jadi nonton dua-duanya berturut-turut rasanya aneh.

Plot twist sebenarnya datang setelah tamat. Ini miniseri untuk pasar domestik, bukan untuk ekspor, tapi tahun 2017 ABC bikin pilotnya, responsnya bagus, dan jadilah serial reguler. Freddie Highmore memerankan Shaun Murphy sampai musim 7 dan ikut jadi produser sejak musim 3. Momen ini dikenang sebagai saat stasiun TV Amerika membeli naskah Korea, dan membuktikan hak remake itu bisnis serius. Versi Jepang Fuji TV (2018, dibintangi Kento Yamazaki) juara di jam tayangnya, versi Turki Mucize Doktor (Dokter Ajaib) nomor satu rating dan lanjut dua musim, lalu China dan Vietnam (2023) serta Thailand (2024) ikut bikin versinya.

Sembilan tahun kemudian, 2022, Extraordinary Attorney Woo muncul di ENA dan Netflix dengan tokoh utama autis lain yang punya profesi bergengsi, plus romansa yang juga jadian. Aktris Jin Kyung main di keduanya. Dua drama ini sama-sama kena perdebatan soal penggambaran disabilitas di layar, dan drama medis berikutnya seperti Hospital Playlist makin memperlebar jalannya.