decodeK

eunggeupsil (응급실)

KataLayanan kesehatanSistemDrakor

Telepon 119 dan ambulans datang gratis. Masalah sebenarnya adalah nyari rumah sakit yang mau nerima, makanya UGD Korea jadi latar favorit drakor medis sekaligus sumber cemas yang nyata banget.

UGD di Korea jalan berdasarkan tingkat darurat, bukan siapa yang datang duluan. Gejala dinilai pakai sistem triase bernama K-TAS, dan pasien yang bisa meninggal dalam hitungan menit langsung jadi prioritas nomor satu. Kalau kamu sadar dan jalan sendiri ke dalam, diantriin belakangan itu wajar, dan datang naik ambulans juga nggak bikin kamu diperiksa duluan. Ada ungkapan yang pas: kalau banyak dokter berkerumun di sekitar ranjangmu, berarti kamu pasien paling gawat di ruangan itu.

Sisi baiknya adalah kecepatan. Di rumah sakit universitas, tes dan hasil lewat poliklinik bisa makan waktu berminggu-minggu, tapi di UGD cek darah dasar beres dalam dua jam dan hasil CT atau MRI langsung keluar. Kayak ngejalanin tes sebulan dalam satu malam.

Tapi ada harganya. Ada biaya layanan darurat 30 ribu sampai 60 ribu won, dan kalau bukan darurat beneran, tanggungan asuransi kesehatan nasional berkurang. Daftar setelah jam 18.30 kena biaya tambahan malam, naik terus kayak argo taksi. Cabut tulang ikan yang nyangkut di tenggorokan bisa cuma 10 ribu sampai 20 ribu won di klinik dekat rumah, tapi 80 ribu sampai 90 ribu di pusat layanan darurat. Tetap jauh lebih murah dibanding Amerika, dan Korea sering dinilai sebagai negara di mana lebih dari 90% warganya bisa dapat layanan darurat dalam 30 menit. Masalahnya, lebih dari 70% pengunjung UGD bukan kasus darurat, tapi mabuk, flu, atau luka kecil. Sampai ada yang bilang pas hujan pasien UGD turun drastis. Buat yang ringan, mending ke klinik dekat rumah atau apotek.

Di tahun 2020-an, satu istilah membanjiri berita: 'UGD muter-muter' (eunggeupsil ppaengppaengi). Ambulans keliling dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain karena nggak ada yang mau nerima, sampai golden time-nya lewat. Penyebabnya numpuk: kurang tenaga medis, ranjang, dan dokter spesialis, sistem yang bikin petugas ambulans harus nelpon rumah sakit satu per satu buat cek tempat kosong, plus ranjang yang diisi pasien ringan dan orang mabuk. Separuh masalahnya karena rumah sakit besar numpuk di kawasan Seoul Raya. Pemerintah mengubah aturan supaya rumah sakit mengeluarkan pasien ringan kalau perlu, dan di 2024 sampai muncul istilah 'krisis UGD'.

Ada juga detail yang ngejelasin Korea. Secara hukum kematian baru diakui setelah dokter menyatakannya, makanya berita sering nulis seseorang 'dibawa ke rumah sakit dalam kondisi henti jantung'. Pendamping cuma boleh satu orang, aturan yang awalnya dijalankan rumah sakit sendiri setelah wabah MERS lalu jadi resmi di akhir 2017. Karena hidup dan mati cuma berjarak beberapa meter, drakor suka banget sama tempat ini. Pas suasana tegang di Good Doctor, Hospital Playlist, atau The Trauma Code, kemungkinan besar kamu lagi di UGD.