The Trauma Code
Dokter bedah yang ditempa di zona perang datang memimpin tim trauma sebuah rumah sakit universitas, unit yang dianggap cuma bikin rugi. Serial aksi medis Netflix delapan episode ini membuang romansa dan drama air mata, lalu menduduki peringkat satu dunia serial non-Inggris di awal 2025.
Sumbernya novel web Golden Hour yang terbit di Naver Series, karya Lee Nak-jun, dokter yang jadi penulis dengan nama pena Hansanega. Ceritanya juga diadaptasi jadi webtoon, dan dramanya diproduksi Studio N, rumah produksi yang terhubung dengan Naver Webtoon. Ini contoh paling pas soal webtoon yang jadi tambang cerita, sekaligus serial medis orisinal pertama yang dibuat Netflix di Korea.
Latarnya Rumah Sakit Universitas Korea fiktif di tahun 2015. Tim traumanya nyaris nggak dapat tenaga maupun dukungan, karena tiap pasien yang masuk bikin defisit makin besar. Lalu datanglah Baek Kang-hyuk (Ju Ji-hoon), dokter bedah yang bertahun-tahun menyelamatkan korban luka di medan perang dan zona konflik. Bahkan sebelum menghadiri upacara penyambutannya sendiri, dia melihat korban tusukan di UGD dan langsung turun tangan. Nggak lama, ada kabar pendaki jatuh dari gunung, dan alih-alih menunggu tim penyelamat membawa pasiennya, dia naik helikopter sendiri lalu akhirnya mengoperasi di kabin yang sempit. Logikanya cuma satu: kalau menunggu, pasien keburu meninggal sebelum sampai.
Yang paling seru itu chemistry timnya. Yang Jae-won (Choo Young-woo), fellow bedah anus yang diseret Baek, awalnya dipanggil “Anus” lalu naik pangkat jadi “Nomor Satu” setelah diakui sebagai murid pertamanya. Waktu Jae-won nanya kenapa harus dia, Baek jawab karena setiap kali dia melihatnya, Jae-won lagi lari buat menyelamatkan pasien. Tambah lagi perawat senior Cheon Jang-mi (Ha Young) yang jadi tulang punggung tim, dan Han Yu-rim (Yoon Kyung-ho), kepala bedah anus yang nggak terima muridnya direbut. Adegan Han yang kebanjiran pasien tanpa Baek lalu menyemangati diri dengan teriak “aku Baek Kang-hyuk” jadi salah satu favorit fans. Kalimat “percayalah pada aku yang percaya padamu” di episode lima sempat dibandingkan dengan kutipan anime terkenal, sampai sutradaranya bilang itu improvisasi Ju Ji-hoon.
Alasan serial ini meledak cukup jelas. Romansa dan sinpa, melodrama yang biasanya jadi bumbu wajib drakor medis, dibuang total, diganti tokoh utama overpowered yang kasih efek “cider”, istilah Korea buat rasa lega yang nyes saat masalah beres. Teks di layar yang merangkum nama dan diagnosis tiap pasien juga banyak dipuji. Di MyDramaList, penonton pria tembus lebih dari 30%. Banyak yang menyoroti akurasi medisnya yang longgar, tapi sebagian besar menganggapnya bumbu dramatis dari tim yang tetap didampingi dokter di lokasi syuting.
Tayang 24 Januari 2025, di minggu keduanya serial ini meraih 11,9 juta penayangan dan memuncaki chart serial non-Inggris Netflix, dengan total 26,6 juta penayangan. Serial ini nomor satu harian di Korea dan Meksiko, serta nomor dua di Brasil dan Argentina. Tahun itu Ju Ji-hoon menang aktor terbaik kategori TV di Baeksang Arts Awards, dan Blue Dragon Series Awards memberinya drama terbaik, aktor terbaik, serta aktor pendatang baru untuk Choo Young-woo. Buat Ju, ini serial Netflix pertamanya sejak Kingdom lima tahun sebelumnya.
Lucu, tapi ada yang berat di baliknya. Ini drama medis pertama yang tayang setelah aksi mogok dokter tahun 2024, jadi sebelum rilis, dokter sebagai tokoh utama saja sudah bikin sebagian orang sinis. Begitu tayang, ceritanya berhasil membalik suasana. Masalah uang di layar itu nyata: pusat trauma merugi dengan tarif asuransi kesehatan nasional, jadi rumah sakit menghindarinya, dan di dunia nyata satu-satunya pusat pelatihan spesialis trauma di Korea tutup setelah dananya diputus. Penulisnya bilang dia menciptakan Baek sebagai superhero yang nggak masuk akal karena, dengan sistem trauma Korea sekarang, rasanya cuma orang seperti itu yang bisa bikin semuanya jalan. Lelucon spanduk yang dilihat Baek saat siuman di episode terakhir memparodikan momen nyata dokter bedah trauma Lee Guk-jong dan kapten kapal yang dia selamatkan, Seok Hae-gyun.
Koneksi kecilnya banyak. Syutingnya di Ewha Womans University Seoul Hospital, lokasi yang sama dengan Hospital Playlist, dan episode satu menyebut Profesor Ahn Jeong-won dari drama itu sebagai easter egg. Helikopter di episode delapan adalah ambulans udara asli milik Ajou University Hospital. Choo Young-woo latihan menjahit luka pakai samcan yang dibeli di tukang daging. Satu kalimat di episode enam yang memelesetkan “kamu punya rencana” terbaca sebagai parodi Parasite. Di dub Jepang, suara Baek diisi Tomokazu Sugita, yang terkenal sebagai Gintoki di Gintama. Season dua dan tiga disiapkan bersamaan, dan kabarnya season dua mulai syuting Oktober 2026.