Narco-Saints
Serial Netflix enam episode yang diangkat dari kisah nyata orang Korea yang jadi raja narkoba di Suriname. Setelah tayang, pemerintah Suriname protes resmi dan sebuah drakor sampai masuk urusan diplomasi.
Tayang di Netflix tanggal 9 September 2022. Inspirasinya Jo Bong-haeng, orang Korea yang bekerja sama dengan kartel Cali dari Kolombia dan menguasai jalur kokain lewat Suriname. Ceritanya tentang pengusaha biasa yang terseret operasi badan intelijen Korea (NIS) untuk menangkapnya, dengan latar 2008 sampai 2009. Sutradaranya Yoon Jong-bin, yang dikenal lewat Nameless Gangster dan The Spy Gone North, dan ini serial pertamanya. Awalnya direncanakan jadi film tiga jam sebelum diubah jadi enam episode.
Yang pertama kali punya ide justru pemeran utamanya, Ha Jung-woo. Dia dengar kisah Jo lalu mengajak sahabatnya, Yoon, untuk menggarapnya. Ha memerankan Kang In-gu, kepala keluarga yang menghidupi keluarga dan adik-adiknya dari bengkel mobil plus beberapa usaha lain. Ada penonton yang bilang setting ini terlalu dibuat-buat, padahal tokoh aslinya, Kang Shin-gu, memang memasok barang ke pangkalan militer AS, punya tempat karaoke dan bengkel, lalu pergi ke Suriname buat bisnis ikan pari. Kenyataannya lebih drama dari drakornya. Dan tentu ada adegan makan khas Ha Jung-woo: dia membungkus ikan pari fermentasi dengan kimchi tua lalu melahapnya sekali suap sampai lawan mainnya kelihatan kaget. Ini juga comeback Ha ke serial setelah 15 tahun.
Penjahatnya, Jeon Yo-hwan, dimainkan Hwang Jung-min. Dia menyamar jadi pendeta gereja Korea dengan jemaat yang setia, padahal diam-diam jualan kokain, dan dua wajahnya antara khotbah dan ancaman itu yang bikin ceritanya jalan. Judul Inggrisnya pun dari situ: narcos dari bahasa Spanyol ditambah saints, alias "orang suci narkoba". Agen NIS Choi Chang-ho diperankan Park Hae-soo yang baru melejit lewat Squid Game, tangan kanan Jeon, Byeon Gi-tae, oleh Jo Woo-jin, dan David Park yang misterius oleh Yoo Yeon-seok. Katanya Jo setuju ikut main waktu lagi minum bareng, tanpa tahu perannya, dan langsung tanda tangan kontrak dadakan di tempat. Yoon bilang dia menulis naskahnya sambil membayangkan permainan Mafia, dan tagline-nya pas banget: menipu berarti hidup, tertipu berarti mati.
Responsnya cepat. Di minggu kedua langsung No. 1 serial non-Inggris Netflix, dan dalam 28 hari pertama ditonton 128 juta jam. Yang menarik justru Amerika. Biasanya drakor ramai dulu di Eropa dan Amerika Latin baru naik di chart AS, tapi yang ini langsung masuk top 10 AS dan sempat di posisi 7, bahkan masuk top 10 Inggris yang terkenal susah ditembus drakor. Dialognya yang nendang langsung jadi meme, dan jadi pencarian trending No. 2 di Google Korea tahun 2022.
Lalu muncul masalah diplomatik. Sejak masa produksi Suriname sudah protes lewat jalur diplomatik dan minta judulnya diganti, jadi setelah dimediasi Kementerian Luar Negeri Korea, serial ini tayang dengan judul Narco-Saints di luar Korea. Setelah rilis, menteri luar negeri Suriname bilang di konferensi pers bahwa negaranya digambarkan sebagai negara narkoba dan menyebut kemungkinan langkah hukum. Kedutaan Korea di Venezuela, yang juga mengurus Suriname, sampai kirim imbauan keamanan untuk warga Korea di sana. Netizen Korea menyorot konteksnya: mantan presiden Desi Bouterse, yang dianggap model presiden di serial ini, divonis bersalah atas perdagangan narkoba secara in absentia oleh pengadilan Belanda tahun 1999, tapi tetap jadi presiden dari 2010 sampai 2020. Ketegangannya reda Oktober tahun itu, waktu pejabat kantor kepresidenan Korea berkunjung dan Presiden Chan Santokhi, meski kembali menyampaikan penyesalan, sepakat bahwa fiksi nggak boleh mengguncang hubungan kedua negara.
Fakta seru: nggak ada satu adegan pun yang diambil di Suriname. Sebagian besar syuting di Republik Dominika, di mana istana kepresidenannya dipakai sebagai istana Suriname cukup dengan ganti bendera, dan napi asli yang berkelakuan baik jadi figuran di adegan penjara. Hutan perbatasan Brasil adalah set di Pulau Jeju yang ditanami pohon palem, dan gereja Korea di Paramaribo sebenarnya gereja Katolik di Incheon. Bola bertanda tangan Park Chan-ho yang diberikan Jeon ke Kang itu asli, dikonfirmasi langsung oleh Park. Ha meraih grand prize di Korea Drama Awards 2022, dan Jo menang aktor pendukung terbaik kategori TV di Baeksang Arts Awards ke-59.