My Mister
Seorang pria paruh baya yang hidupnya remuk dan cewek 21 tahun yang terjerat utang saling menopang tanpa banyak kata. Sebelum tayang dihujat, setelah tamat malah jadi drakor 'drama hidup' buat banyak orang.
Drama 16 episode ini tayang di tvN dari Maret sampai Mei 2018, dan fans Korea menyingkatnya jadi "Najeossi". Sutradaranya Kim Won-seok dari Misaeng dan Signal, penulisnya Park Hae-young yang dulu bikin Another Miss Oh, dan digarap bareng Studio Dragon. Konsepnya kayak manifesto: bukan dokter, bukan pewaris chaebol, bukan alien, cuma om-om biasa yang sering kamu lewati di jalan, dan alasan kenapa dia layak disayang. Park kemudian membawa rasa yang sama ke My Liberation Notes.
Lee Sun-kyun berperan sebagai Park Dong-hoon, insinyur struktur di perusahaan konstruksi besar. Kerjaannya menghitung gimana sesuatu bisa tetap berdiri tanpa runtuh, dan itu jadi metafora utama drama ini. Malamnya dia nongkrong bareng kakak-adiknya di Jeonghui's, kedai minum kecil di lingkungan rumah, sementara ibunya diperankan Ko Doo-shim. IU, yang dikreditkan dengan nama asli Lee Ji-eun, jadi Lee Ji-an, pekerja kontrak yang dipukuli rentenir sambil merawat neneknya yang tunarungu sendirian. Urusan menitipkan nenek ke panti jompo memperlihatkan sisi gelap masyarakat yang menua di Korea tanpa perlu ceramah. Ji-an awalnya menyadap ponsel Dong-hoon demi uang, dan justru isi hati Dong-hoon yang dia dengar lewat earphone itu yang bikin dia luluh. Plot penyadapan ini sampai sekarang masih bikin orang debat.
Suasana sebelum tayang panas banget. Judul dan beda umur kedua pemeran utama memicu kritik besar di internet, sampai sutradara Kim menangis di konferensi pers. Pas ditonton, ternyata ini bukan romansa tapi kisah dua orang yang saling jaga batas dan saling menguatkan, dan opini publik berbalik di pertengahan. Episode terakhir meraih rating nasional 7,4%, masuk sepuluh besar drama tvN waktu itu. Syutingnya berat banget, banyak adegan malam dan emosi yang menguras, jadi tim sempat libur seminggu dan menayangkan spesial komentar supaya kualitasnya terjaga.
Plot twist sebenarnya datang belakangan. Begitu tayang global di Netflix, drama ini dapat 9.0 di IMDb, peringkat dua drakor setelah When Life Gives You Tangerines, lebih tinggi dari hits raksasa kayak Crash Landing on You dan Squid Game. Di MyDramaList, drama ini sempat nomor satu tepat setelah tamat. Di Baeksang Arts Awards 2019 menang Drama Terbaik dan Naskah Terbaik, bikin tvN menang kategori itu empat tahun berturut-turut setelah Mother.
Daftar fansnya nggak main-main. Ryuichi Sakamoto cerita di acara radionya kalau dia maraton dua kali, lalu memutar lagu tema "Grown Ups" dari Sondia. Paulo Coelho bilang drama ini menggambarkan psikologi manusia dengan sempurna. Sakura LE SSERAFIM menyebutnya drama favoritnya dan belakangan memilih "Grown Ups" sebagai lagu yang lagi sering dia dengar. Sutradara Hirokazu Kore-eda menangis melihat akting IU, dan gara-gara itu dia merekrutnya untuk Broker. Lucunya, film Kore-eda berjudul Nobody Knows sempat disebut di dalam drama ini.
"Grown Ups" awalnya cuma rekaman vokal panduan. Produsernya jatuh cinta sama demonya dan minta Sondia merekam versi resminya sendiri, dan sekarang sudah tembus 100 juta views. Semua ini yang bikin drama ini jadi contoh klasik penyanyi yang diakui sebagai aktor sekaligus patokan drama yang membahas depresi dan trauma secara terang-terangan. Nggak ada kejadian heboh, cuma orang-orang yang bertahan di hari-hari penuh jjannae, makanya drama ini selalu disebut kalau ada yang cari drama healing yang tenang. Tahun 2026, remake versi China dengan lisensi resmi juga dirilis.