decodeK
Ko Doo-shim

Ko Doo-shim

OrangAktorJejuLansia

Lahir dan besar di Jeju, dia adalah 'ibu bangsa'-nya Korea. Satu-satunya aktris yang pernah menang grand prize di tiga stasiun TV besar plus Baeksang, sekaligus suara Jeju paling asli di layar.

Lahir tahun 1951 sebagai anak kelima dari tujuh bersaudara, kisah keluarganya aja udah kayak novel. Orang tuanya punya toko serba ada di Mikronesia sampai Perang Pasifik, lalu pulang dan bertani jeruk serta biji-bijian dalam skala besar. Sepanjang sekolah dia nari tari tradisional Korea dan sempat dapat jalur beasiswa tari ke kampus di Seoul, tapi keluarganya nggak ngizinin. Akalnya: pindah ke Seoul dengan alasan masakin kakak laki-lakinya yang kuliah di sana. Setelah itu dia kerja kantoran empat tahun sebagai 'Miss Ko'.

Tahun 1972 dia lolos rekrutmen aktor angkatan kelima MBC sebagai peringkat satu, tapi awalnya berat banget. Di pembacaan naskah pertama dia membeku di depan senior idolanya dan bilang nggak sanggup baca dialognya. Karena cuma dapat peran figuran dan disuruh-suruh, dia sempat berhenti dan balik kerja kantoran. Seorang PD yang udah ngelirik dia manggil lagi, dan drama tahun 1977 tentang Kim Man-deok, saudagar perempuan legendaris dari Jeju, bikin namanya dikenal. Di situ dia udah memerankan Man-deok sampai tua, dan dari sinilah kebiasaannya dapat peran yang lebih tua dari umurnya.

Julukan 'ibu bangsa' lahir dari situ. Lewat drama pedesaan Country Diaries yang mulai tahun 1980, dia jadi menantu sulung seluruh Korea, dengan Kim Hye-ja sebagai ibu mertuanya. Dia pernah ngaku nyesel nggak pernah dapat peran heroine romantis yang tragis. Plot twist-nya datang di drama KBS tahun 1989, waktu dia jadi istri kaya yang cemburuan dan ketus. Kalimat sindirannya 'Hebat banget ya kamu' jadi tren nasional dan bawa dia menang grand prize pertama.

Rekor penghargaannya hampir nggak masuk akal. Tiga daesang dari KBS (1989, 2004, 2015), dua dari MBC (1990, 2004), satu dari SBS (2000): terbanyak dibanding siapa pun di TV nasional. Tambah lagi grand prize TV Baeksang tahun 1993. Tahun 2004 dia menang grand prize KBS dan MBC di tahun yang sama, dan belum ada yang nyamain. Tahun 2015 dia berbagi grand prize KBS dengan Kim Soo-hyun dan jadi aktris pertama yang menangin itu tiga kali. Dia juga satu-satunya yang dapat grand prize di setiap dekade dari 80-an sampai 2010-an.

Makin berumur, peran ibu berubah jadi nenek, tapi genrenya malah makin luas. Di Dear My Friends (2016) dia main bareng Na Moon-hee dan Youn Yuh-jung soal persahabatan di usia senja, dengan Ko Hyun-jung sebagai putrinya. Anak kandungnya, aktor Kim Jung-hwan, malah jadi adik laki-lakinya di drama itu, bikin fans ngakak. Di film bencana Exit (2019) dia jadi ibunya Cho Jung-seok, dan pesta ulang tahun ke-70-nya jadi titik awal aksi kabur lewat atap bareng YoonA. Di Korea yang menua dengan cepat, dia wajah yang bikin penuaan tampil bermartabat di layar.

Lalu soal Jeju. Film The Mermaid (2004) syuting di pulau kelahirannya, dengan Jeon Do-yeon sebagai versi mudanya. Di A Brilliant Moment (2021) dia jadi haenyeo senior umur 70-an dan menang aktris terbaik di festival luar negeri. Di Our Blues (2022), di tengah aktor kelas berat kayak Lee Byung-hun, kritikus paling memuji bahasa Jeju aslinya. Dialek Jeju susah banget sampai warga pulau sendiri jarang dengar aktor yang pas, jadi dialognya bawa suasana asli Jeju. Drama ini jadi patokan buat drama penghiburan yang tenang.

Ada cerita lucu dari lokasi syuting. Waktu jalan ditutup buat syuting, seorang kakek warga lokal yang lagi mabuk marah-marah ke kru. Dia datang dan bilang, 'Samchun, lihat aku. Ini aku, Ko Doo-shim.' Di Jeju, 'samchun' dipakai buat manggil tetangga yang lebih tua, cowok atau cewek. Terus dia ngajak si kakek jalan keliling kampung, dan syuting lanjut aman. Dia duta resmi Jeju, ngasih beasiswa ke sekolah lamanya, dan di pulau itu dia udah kayak landmark hidup. Tahun 2020 dia menerima Orde Jasa Budaya Mahkota Perak.