
Na Moon-hee
Aktris yang mulai dari pengisi suara dan sudah akting lebih dari enam puluh tahun. Setelah puluhan tahun jadi ibu dan nenek, di usia tujuh puluh enam dia menyapu bersih tiga penghargaan film terbesar Korea untuk aktris terbaik lewat satu peran utama.
Dia lahir di Beijing tahun 1941, tinggal di sana sampai umur lima tahun, lalu pulang ke Suwon bersama keluarganya di tahun Korea merdeka. Bibi neneknya adalah Na Hye-seok, yang dikenal sebagai pelukis gaya Barat pertama Korea dan salah satu suara feminis paling awal. Nama marganya juga punya cerita: aslinya "Ra", tapi dokumen resmi kebiasaan menulisnya "Na", jadi ya sudah, Na yang dipakai.
Kariernya dimulai dari suara. Tahun 1961 dia masuk angkatan pertama pengisi suara radio MBC, banyak mengisi dubbing film asing, dan jadi suara Korea langganan untuk Marilyn Monroe. Makanya sampai sekarang dia masih sering dipanggil jadi narator dokumenter. Waktu era TV datang dia pindah ke akting, tapi tahun 70-an dan 80-an berat banget. Teman seangkatannya menang penghargaan, dia cuma dapat peran kecil, salah satunya karena badannya lebih tinggi dari banyak aktor pria. Dalam tiga puluh tahun, penghargaannya cuma satu, di 1983.
Titik baliknya datang setelah umur lima puluh. Tahun 1995, di usia lima puluh empat, dia jadi nenek delapan puluh tahun berlogat Korea Utara di drama harian KBS dan menang grand prize KBS Drama Awards padahal perannya pendukung. Hampir nggak ada yang pernah begitu. Setahun kemudian dia main di The Most Beautiful Goodbye karya penulis Noh Hee-kyung sebagai ibu yang sakit keras, dan adegannya runtuh di depan mertua yang pikun masih disebut salah satu akting terbaik di TV Korea.
Sejak itu dia jadi ibu dan nenek nasional. Di My Lovely Sam Soon dia ibu dari karakter Hyun Bin, tipe ibu chaebol yang menentang pernikahan. Di May 18, film tentang Pemberontakan Gwangju, dia bikin penonton banjir air mata sebagai ibu yang buta. Tapi buat banyak fans luar negeri, wajahnya yang paling terkenal adalah Moon-hee di sitkom High Kick!. Teriakan kesalnya yang dipotong per suku kata, "Ho! Bak! Go! Gu! Ma!" (ubi manis labu), masih jadi meme hampir dua puluh tahun kemudian. Plot twist: karakternya doyan makan, aslinya dia makannya sedikit.
Di Miss Granny (2014) dia jadi Oh Mal-soon, nenek yang bangun di tubuhnya yang berumur dua puluh, dan filmnya ditonton 8,65 juta orang. Shim Eun-kyung, pemeran versi mudanya, bilang di lokasi syuting dia senior yang karismatik dan jago memimpin, beda jauh dari citra nenek hangat. Selama dua puluh tahun dia jadi scene stealer sejati.
Lalu datang I Can Speak (2017). Ok-bun, nenek yang terkenal rajin banget komplain ke kantor kecamatan, ternyata penyintas perbudakan seksual militer Jepang di masa penjajahan Jepang, dan dia belajar bahasa Inggris untuk bersaksi di Kongres AS. Ini film yang menggugat berdasarkan sejarah nyata, tapi tetap lucu, dengan chemistry keren bareng Lee Je-hoon sebagai guru bahasa Inggrisnya. Suaminya, pensiunan guru bahasa Inggris, yang melatih pidatonya. Dari satu film itu dia menang aktris terbaik di Blue Dragon Film Awards, Baeksang Arts Awards, dan Grand Bell Awards, aktris Korea pertama yang menyapu ketiganya lewat satu film. Musim itu dia mengumpulkan lima belas piala. Pidatonya di Blue Dragon, berterima kasih kepada "Tuhan ibuku dan Buddha-nya Na Moon-hee", juga viral.
Lewat delapan puluh, dia masih jalan terus. Tahun 2022 dia jadi Jo Maria, ibu pejuang kemerdekaan An Jung-geun, di film musikal Hero garapan Yoon Je-kyoon, membacakan surat terakhir untuk anaknya. Sutradaranya bilang nggak pernah kepikiran aktris lain, dan dia langsung setuju sehari setelah terima naskah. Tahun 2024 dia membintangi Picnic, film tentang persahabatan di usia senja, dan menang aktris terbaik lagi. Dia juga main TikTok, video joget pakai payung tembus sejuta view, katanya biar bisa terus nongkrong sama anak muda. Dia juga ngaku nggak berani naik eskalator sampai umur lima puluh, sampai rekannya Kim Young-ok bantu dia melawan takut waktu ke mal.
Dia menerima Order of Cultural Merit tahun 2012, dan di 2023 masuk daftar 50 tokoh yang membesarkan KBS bersama Kim Hye-ja. Di negara yang menua secepat Korea, dia bukti paling meyakinkan bahwa umur bukan akhir karier.