
haenyeo (해녀)
Perempuan yang menyelam ambil abalon, keong laut, dan rumput laut cuma dengan satu tarikan napas, tanpa tabung oksigen. UNESCO mengakui budaya mereka tahun 2016, tapi lebih dari separuh yang masih menyelam sekarang udah di atas tujuh puluh tahun.
Pusatnya di Jeju. Orang pulau dulu lebih sering bilang jamnyeo, atau jomnyeo dalam bahasa Jeju, dan kata haenyeo baru menyebar di masa penjajahan Jepang. Berangkat kerja disebut muljil, 'kerja air'. Di Yeongdo, Busan, juga ada kampung haenyeo, dan kalau ke sana kamu bakal dengar logat Jeju, karena penghuninya perempuan Jeju yang pindah ke situ dari generasi dulu.
Awalnya ini bukan kerjaan perempuan. Zaman Joseon, penyelam laki-laki yang disebut pojak yang ngurus abalon di laut dalam, tapi upeti buat istana naik terus sampai banyak yang kabur dari pulau. Jatahnya jatuh ke para perempuan. Ada cerita Raja Jeongjo berhenti makan abalon, makanan favoritnya, setelah dengar betapa beratnya kerja mereka.
Di dalam laut pun ada kasta. Sanggun menyelam lebih dari 15 meter dan tahan hampir dua menit, di bawahnya ada junggun dan hagun, dan pemula dijuluki ttonggun. Katanya yang nentuin level itu paru-paru dan telinga bawaan lahir, bukan usaha. Siulan napas pas muncul ke permukaan, sumbisori, disebut batas antara hidup dan mati, dan lagu-lagu haenyeo terus ngulang lirik 'pergi ke alam baka lalu kembali'. Tempat istirahat berdinding batu dengan api unggun bernama bulteok dan lagu dayung Ieodosana juga bagian dari budaya ini, begitu juga ritual dukun di tiap kampung buat minta pulang dengan selamat.
Pendaftaran ke UNESCO juga punya drama Korea lawan Jepang. Awalnya sempat dibahas pendaftaran bareng ama dari Jepang, tapi pas Jepang jalan sendiri, Korea ganti jadi pengajuan tunggal, dan pengakuannya resmi pada 30 November 2016. Tahun 2023, FAO juga memasukkan perikanan haenyeo Jeju ke Sistem Warisan Pertanian Penting Dunia.
Masalah sebenarnya adalah penerus. Tahun 2024 jumlah haenyeo Jeju turun ke 2.839 orang, di bawah 3.000, dan yang baru masuk tahun itu cuma 23. Sekolah haenyeo pelan-pelan melahirkan 'baby haenyeo', tapi belum bisa ngejar laju penuaan penduduk Korea.
Kamu juga bakal sering ketemu mereka di layar. Di Our Blues, Han Ji-min dan Ko Doo-shim memerankan penyelam, dan di When Life Gives You Tangerines, ibunya Ae-sun yang diperankan IU adalah seorang jamnyeo. Di film Smugglers, para haenyeo malah jadi jagoan aksi bawah air.