decodeK
Busan

Busan

TempatKotaFestival film

Kota terbesar kedua di Korea sekaligus pelabuhan dagang utamanya, kota pantai yang rumah-rumahnya merayap sampai ke lereng bukit. Paling dikenal lewat festival film, bisbol, dan logat khasnya.

Namanya sendiri sudah cerita soal bentang alamnya: Busan artinya "gunung yang bentuknya seperti kuali tertelungkup", dan karena lahan datarnya sedikit banget, kota ini akhirnya naik ke lereng-lereng. Makanya banyak turis asing yang membandingkannya dengan Hong Kong atau Rio de Janeiro. Kampung-kampung di lereng itu berakar dari Perang Korea. Busan jadi ibu kota sementara, pengungsi berdatangan, dan penduduknya melonjak lebih dari dua kali lipat. Campuran orang dari seluruh negeri itu masih kelihatan di wajah kota dan cara bicaranya. Pasar Gukje yang dibangun para pengungsi kemudian jadi latar film Ode to My Father.

Hubungannya dengan film dalam banget. Festival Film Internasional Busan berawal di BIFF Square, Nampo-dong, dan sekarang bermarkas di Busan Cinema Center di Centum City, Haeundae. Sejak awal 2000-an, pemerintah kota rajin kasih izin tutup jalan sampai syuting adegan ledakan, jadi kru film makin betah syuting di sini. Film bencana tsunami Haeundae bahkan tembus sepuluh juta penonton. Kabur dari bencana di Seoul menuju Busan itu klise film bencana Korea, dan Train to Busan langsung memasangnya di judul. Di musik, "Come Back to Busan Port" milik Cho Yong-pil sudah kayak lagu wajib kotanya.

Kalau rajin nonton drakor, logat Gyeongsang pasti langsung kerasa. Bahasa Busan masih punya nada, dan kalimat tanyanya berakhir dengan dua cara: "-no" kalau ada kata tanya ("nuga geurano?", siapa yang bilang?), "-na" untuk pertanyaan ya atau tidak ("bap mutna?", udah makan?). Di Reply 1997 yang berlatar Gwangalli, logat Jung Eun-ji yang memang asli Busan dapat acungan jempol warga lokal, sementara aktor luar yang logatnya maksa jadi bahan ledekan orang Busan. Jimin dan Jung Kook BTS juga tumbuh besar di Busan.

Rute seharinya gampang: makan ikan mentah hoe di Pasar Jagalchi, isi perut dengan dwaeji gukbap dan milmyeon, lalu malamnya lihat pemandangan Haeundae dan Jembatan Gwangan. Sebagai kandang Lotte Giants, sorakan bisbol di sini termasuk yang paling heboh se-Korea, dan BEXCO jadi tuan rumah pameran game G-STAR. Dari Seoul cukup sekali naik KTX.