KTX (kereta cepat)
Kereta cepat Korea. Seoul ke Busan cuma dua setengah jam, bikin seluruh negeri bisa dijangkau pulang-pergi sehari.
Mulai beroperasi 1 April 2004. Pembangunannya dimulai tahun 1992, tapi krisis moneter Asia memangkas anggaran, jadi waktu dibuka ruas Daegu ke Busan masih lewat rel biasa, bukan jalur khusus kecepatan tinggi. Jepang, Jerman, dan Prancis bersaing jadi pemasok kereta, dan TGV Prancis yang menang. Insinyur Korea membongkar dan mempelajari teknologinya, lalu bikin sendiri model berikutnya, KTX-Sancheon. Namanya pun ada cerita: sayembara publik memunculkan kandidat seperti 'Korea Express' dan 'Rainbow Express', semuanya ditolak, dan baru tahun 1999 ditetapkan KTX, singkatan dari Korea Train eXpress.
Dampaknya pertama kelihatan di langit. Kota yang dilewati jalur cepat kehilangan hampir semua penumpang pesawat domestiknya, dan rute Gimpo ke Daegu sampai hilang. Kecepatan operasional maksimalnya 305 km/jam. Sisi lainnya, karena Seoul jadi terasa dekat banget, muncul kekhawatiran daerah bakal tersedot ke ibu kota, yang bikin debat soal pemusatan di wilayah ibu kota dan kepunahan daerah makin panas.
Buat orang Korea, KTX juga bagian dari hari raya. Menjelang Seollal dan Chuseok, perang tiket mudik dimulai, dan kursi Seoul ke Busan habis dalam hitungan menit. Daejeon ada tepat di tengah jalur utama, dan sejak rel tersambung ke Gangneung menjelang Olimpiade Pyeongchang, lihat matahari terbit di Laut Timur lalu pulang di hari yang sama jadi rencana yang biasa aja.
Buat orang luar Korea, KTX paling terkenal mungkin yang ada di layar. Train to Busan menceritakan wabah zombie di dalam KTX dari Stasiun Seoul menuju Busan, dan lorong sempit serta pintu antar gerbong itu jadi medan perang seutuhnya.