decodeK
Daejeon

Daejeon

TempatKotaMakananSains

Kota persimpangan kereta sekaligus kota sains tepat di tengah semenanjung Korea. Sekarang malah lebih terkenal sebagai tempat yang didatengin naik kereta cuma demi satu toko roti.

Nama asli Koreanya Hanbat, artinya 'ladang besar', dan sampai sekarang masih dipakai sebagai panggilan sayang. Dulu cuma desa biasa, sampai jalur Gyeongbu masuk tahun 1905 dan jalur Honam bercabang dari sini tahun 1911, lalu kotanya tumbuh cepat. Percabangan rel itu belakangan jadi percabangan jalan tol juga, dan kantor pusat operator kereta nasional serta otoritas perkeretaapian Korea ada di kota ini. Makanya day trip dari Seoul naik KTX jadi rute klasik.

Sisi sainsnya juga gede. Daedeok Innopolis jadi pusat lembaga riset pemerintah, bikin Daejeon salah satu kota riset top di Korea, plus ada 13 universitas. Kkumdori, maskot Daejeon Expo 1993, diadopsi pemkot setelah acaranya selesai, dan karena popularitasnya naik lagi di tahun 2020-an, kota ini makin gencar ngedorong dia.

Terus ada Sungsimdang. Keluarga pendirinya ngungsi ke selatan waktu Perang Korea lewat evakuasi Hungnam, naik kereta ke Seoul, lalu turun di Stasiun Daejeon gara-gara keretanya mogok. Toko rotinya buka tahun 1956. Menu andalannya twigim soboro, roti goreng bertabur remah manis, dan mereka nolak tawaran buka di Seoul demi prinsip 'Sungsimdang cuma ada di Daejeon'. Hasilnya, pergi beli roti ke Daejeon jadi semacam ziarah. Pas Natal 2024, antrean kue stroberinya udah mengular dari subuh sampai mal bawah tanah, sampai muncul reseller segala, open run banget. Toko ini juga langganan disebut tiap orang ngomongin berburu menu musiman kayak musim stroberi dan soal value for money. Fun fact: Paus Fransiskus sarapan roti Sungsimdang di dalam KTX waktu berkunjung ke Korea tahun 2014.

Di sisi lain, warga Daejeon suka bercanda nyebut kotanya 'kota nggak seru', dan meme itu malah melahirkan konten jalan-jalan yang mainin julukan tersebut. Padahal di survei kota layak huni, Daejeon selalu di papan atas, dan per 2025 jadi satu-satunya kota metropolitan di luar area ibu kota yang penduduknya naik, pengecualian langka dari arus semua hal ke Seoul. Banyak warga asli juga bangga ngaku mereka ngomong bahasa Korea standar tanpa logat sama sekali.