decodeK

Membangun kapal

KataIndustriEksporDaerah

Industri yang menyambung blok-blok sebesar rumah jadi kapal raksasa. Salah satu andalan ekspor Korea, dan di beberapa kota, satu galangan kapal bisa bikin seisi kota ikut naik turun.

Industri kapal Korea mulai serius lewat dorongan industri berat tahun 1970-an, waktu galangan-galangan raksasa dibangun di sepanjang pantai. Januari 2000, Korea untuk pertama kalinya jadi nomor satu dunia berdasarkan jumlah pesanan yang sedang dikerjakan. Makanya industri ini selalu disebut tiap ngomongin Keajaiban Sungai Han dan negara yang hidup dari ekspor. Yang dijuluki 'Big 3' adalah HD Hyundai Heavy Industries di Ulsan, plus Hanwha Ocean dan Samsung Heavy Industries di Pulau Geoje. Fakta seru: galangan kapal modern pertama di semenanjung ini berdiri tahun 1887 di Yeongdo, Busan.

Sekarang China membangun jauh lebih banyak tonase, tapi Korea jago di kapal yang mahal dan susah dibuat, kayak kapal LNG dan kapal kontainer raksasa, jadi dari nilai kontrak Korea bersaing di posisi puncak. Masalahnya, siklus naik-turunnya ekstrem banget. Dari pesan sampai kapal diserahkan butuh minimal dua tahun, jadi pesanan numpuk pas lagi bagus dan hilang barengan pas lagi lesu. Krisis keuangan 2008, anjloknya harga minyak 2014, dan paceklik pesanan 2016 datang beruntun, sampai terjadi restrukturisasi besar-besaran sepanjang 2010-an. Masa jaya baru balik lagi pertengahan 2020-an.

Yang kena ombaknya langsung adalah kotanya. Ulsan, kota industri terbesar di Korea, hidup dari kapal, pabrik Hyundai Motor, dan petrokimia, dan jumlah penduduknya memuncak di sekitar 1,17 juta pada November 2015 sebelum mulai turun. Salah satu sebab besarnya, tukang ahli yang pergi waktu krisis nggak balik lagi dan pindah ke proyek semikonduktor kayak kampus Samsung Electronics di Pyeongtaek. Posisi yang kosong sekarang banyak diisi pekerja migran, makanya kota galangan kapal sering muncul di debat soal daerah yang terancam hilang.

Kerjanya berbahaya. Jatuh dari ketinggian dan sesak napas di ruang tertutup yang minim oksigen bikin kecelakaan kerja terus terjadi, dan makin ke bawah rantai subkontraktornya, makin tipis juga pengamanannya. Tahun 1980, angkatan laut Korea bahkan melanggar kebiasaan penamaannya sendiri untuk menamai fregat pertama kelas baru dengan nama Ulsan, sebagai penghormatan buat galangan kapal kota itu.