
Jeon Do-yeon
Aktris Korea pertama yang menang Best Actress di Festival Film Cannes. Dijuluki 'ratu Cannes', padahal jauh sebelum itu dia sudah jadi andalan Chungmuro buat film melodrama dan box office.
Lahir di Seoul tahun 1973, dia anak bungsu yang jaraknya jauh banget: 13 tahun dari kakak laki-lakinya dan 11 tahun dari kakak perempuannya. Waktu kecil dia pemalu parah, baca satu baris naskah drama di kelas aja susah, dan katanya cita-citanya dulu jadi ibu rumah tangga yang baik. Masuk dunia hiburan juga kebetulan. Pas kelas 2 SMA dia menang undian kartu pos majalah remaja, datang ambil hadiah, eh malah ditawari jadi model sampul. Ke Seoul Institute of the Arts pun dia cuma ikut-ikutan temannya yang pengin jadi aktris. Temannya gagal, dia yang lolos. Salah satu teman seangkatannya: Yoo Jae-suk.
Awal '90-an dia bintang drama remaja yang ceria, tipe adik tetangga. Tahun 1995 drama KBS Our Sunny Days of Youth tembus rating tertinggi 62,7% dan bikin namanya dikenal se-Korea. Lawan mainnya di situ, Bae Yong-joon, ternyata sudah pernah beradu akting dengannya di drama satu episode. Seorang produser film nonton serial itu, yakin nggak ada yang bisa main melodrama sebagus dia, lalu menariknya ke layar lebar.
Film pertamanya, The Contact (1997), laris dan memborong penghargaan pendatang baru di Blue Dragon Film Awards sekaligus Grand Bell Awards. Waktu A Promise jadi film Korea terlaris 1998, julukan 'ratu melodrama' langsung nempel. Yang paling gila itu tahun 1999: The Harmonium in My Memory, di mana dia jadi cewek 17 tahun yang masih SD, dan Happy End, di mana dia jadi istri yang selingkuh, rilis di tahun yang sama. Penonton yang nonton dua-duanya sampai nanya, ini beneran orang yang sama? Baru dua tahun main film, dia sudah dapat Best Actress di Blue Dragon dan jadi pusat Chungmuro. Tahun 2005, You Are My Sunshine bareng Hwang Jung-min memecahkan rekor penonton film melodrama Korea saat itu, dan di tahun yang sama drama Lovers in Prague bikin dia menang daesang di SBS Drama Awards.
Lalu datang Secret Sunshine tahun 2007. Sebagai Shin-ae, perempuan yang hancur setelah kehilangan anaknya, dia menang Best Actress di Cannes ke-60. Dia orang Korea pertama yang meraihnya, dan aktris Asia Timur pertama yang menang dengan akting dalam bahasanya sendiri (Maggie Cheung menang lebih dulu, tapi dengan bahasa Inggris). Syuting bareng Song Kang-ho ini ternyata berat buat dia. Dia biasa kasih persis apa yang diminta sutradara, sementara Lee Chang-dong cuma bilang 'berakting sebanyak yang kamu rasakan'. Waktu itu dia kesal karena nggak dikasih jawaban, tapi belakangan sadar dari situlah dia belajar cari jawabannya sendiri. Film ini juga karya pertama Lee Chang-dong yang balik modal. Cerita lengkap malam itu ada di Best Actress Cannes pertama Korea. Setelahnya dia menolak semua tawaran dari luar negeri karena merasa bahasanya belum siap, dan tahun 2014 dia jadi aktor Korea pertama yang duduk di juri kompetisi utama Cannes.
Gaya aktingnya murni insting. Dia nggak datang dengan karakter yang sudah jadi, tapi pelan-pelan jadi karakter itu selama syuting, makanya dia minta syuting sesuai urutan cerita kalau bisa. Oh Seung-wook, sutradara The Shameless, bilang take pertamanya selalu yang terbaik. Kebalikannya adalah Ha Jung-woo: di My Dear Enemy dia datang dengan peran yang sudah dilatih sampai matang, dan Jeon Do-yeon ngaku sempat minder. Tapi soal datang ke lokasi, dia selalu paling awal. Pernah dia muncul jam 7 pagi buat rekaman talk show jam 9.30, dan para penulis acara sampai terharu. Untuk film kecil dia mau dibayar kurang dari setengah honornya, dan waktu muncul flek karena syuting di bawah terik matahari, dia minta dibiarkan aja.
Di era 2010-an box office-nya menurun, jadi dia memilih film yang menatap luka nyata secara langsung: Way Back Home tentang ibu rumah tangga biasa yang dipenjara di luar negeri, dan Birthday tentang ibu yang hidup dengan kehilangan anaknya. The Shameless sepi di bioskop tapi malah naik lagi di streaming tahun 2023. Fakta seru: di The Good Wife (2016) versi tvN, nama karakternya sama persis dengan di The Shameless, Kim Hye-kyung, karena penulisnya pinjam nama itu karena mikir dia nggak bakal mau main. Ternyata mau. Lalu 2023 meledak: di Netflix, Kill Boksoon menjadikannya pembunuh bayaran sekaligus ibu dari anak remaja, jadi film Korea paling banyak ditonton di platform itu tahun tersebut dan sampai dapat spin-off. Setelah itu Crash Course in Romance jadi comeback-nya ke rom-com setelah hampir 18 tahun, genre yang di You Quiz on the Block dia bilang nyesel nggak dibanyakin dari dulu.
Rekornya nggak main-main. Dia lima kali menang Best Actress film di Baeksang Arts Awards, minimal sekali di tiap dekade dari '90-an sampai 2020-an, dan enam belas kali masuk nominasi Best Actress Blue Dragon. Sejak 2024 dia main teater The Cherry Orchard: sold out di Seoul, lalu tur ke Hong Kong, Singapura, Australia, dan tahun 2026 sampai ke New York. Nama fandomnya Osori, dan fans suka manggil dia 'Jyeon-dyeon'. Bonus: tahun 2002 dia muncul di video musik bareng Tony Leung, yang belakangan jadi MV berisi pemenang Best Actor dan Best Actress Cannes sekaligus.