
Bae Yong-joon
Joon-sang di Winter Sonata, di Jepang dikenal sebagai Yonsama. Dia wajah gelombang hallyu pertama dan aktor yang membuktikan bahwa fans perempuan paruh baya adalah pasar yang raksasa.
Lahir tahun 1972 di Seoul dan besar di Gangdong. Waktu kecil matanya kena pukulan saat pertandingan taekwondo sampai penglihatannya rusak, dan karena itu dia dibebaskan dari wajib militer. Nonton Robert De Niro di Mean Streets waktu SMA bikin dia pengin jadi aktor, tapi dia gagal ujian masuk kuliah dua kali. Katanya dia sempat mengasingkan diri ke kuil buat belajar, tapi yang dia pelajari cuma satu: cara pegang sarang lebah pakai tangan kosong. Setelah itu dia masuk rumah produksi film sebagai staf paling bawah yang tugasnya sebar brosur di jalan. Jalurnya beda dari aktor seangkatan seperti Lee Byung-hun, Jang Dong-gun, dan Won Bin yang masuk lewat audisi talenta stasiun TV.
Dia debut tahun 1994 di drama KBS Salut d'Amour, lalu setahun kemudian di Sunlight of Youth dia jadi pewaris chaebol yang bermimpi jadi sutradara, dan mahasiswi memilihnya sebagai pria yang paling ingin dinikahi. Berikutnya First Love, yang sampai sekarang masih jadi hit terbesarnya di Korea. Dosen duda, anak haram keluarga gangster, pemburu perusahaan yang dulunya anak adopsi: dia dikenal suka ganti karakter tiap proyek. Fakta seru: dia dan Choi Ji-woo sudah dipasangkan di iklan tahun 1998 dan 2002, jauh sebelum jadi pasangan drama.
Semuanya berubah waktu Winter Sonata menyeberang lautan. Drama ini punya pengikut setia di kanal satelit NHK tahun 2003, lalu ditayangkan ulang di TV terestrial tahun 2004, dan Jepang langsung heboh. April tahun itu, 5.000 fans memenuhi Bandara Haneda sampai pihak bandara minta dia lewat Narita saja lain kali. Dengan syal, kacamata, dan senyum lembutnya, Joon-sang berubah jadi Yonsama. Nama panggilan itu ada ceritanya: marga "Bae" kalau ditulis dalam bahasa Jepang jadi ぺ ("pe") yang bunyinya kayak orang meludah, jadi fans ambil suku kata tengahnya, "Yon". Buku foto berotot seharga sekitar 150 ribu won laku 100 ribu eksemplar dalam tiga hari, dan tiap kunjungannya dikawal setara tamu negara.
Inti fandomnya adalah perempuan usia 40 sampai 60-an. Dulu ada yang meremehkan mereka sebagai "fans emak-emak", tapi merekalah yang belanja, jalan-jalan ke Korea, dan memutar drakor untuk anak dan cucunya, sehingga hallyu di Jepang menyebar lintas generasi. Banyak fans Jepang usia 20 sampai 30-an sekarang bilang mereka kenal hallyu gara-gara ibu atau nenek. Parodi Yonsama bersyal dan berkacamata muncul di mana-mana, dari Keroro, Crayon Shin-chan, Pokémon, sampai game Yakuza 2.
Pilihannya di masa jaya juga menarik. Di film Untold Scandal tahun 2003 dia jadi bangsawan playboy era Joseon yang bikin fans Jepangnya syok, padahal kritikus memuji filmnya; belakangan film ini dibuat ulang jadi serial Netflix The Scandal. Film romansa April Snow tahun 2005 cuma dapat 800 ribu penonton di Korea tapi 3 juta di Jepang, jadi film Korea terlaris di sana pada masanya. Tahun 2007 dia memerankan Raja Gwanggaeto di The Legend dari MBC dan memenangkan grand prize akting tahun itu, dengan sejuta suara untuk penghargaan popularitas.
Tapi syuting itu juga bikin jarinya patah dan tulang belakangnya cedera, lalu diagnosis sepsis membuatnya praktis berhenti akting. Aktor senior Lee Soon-jae pernah menyebutnya sejajar dengan Song Kang-ho dan Lee Byung-hun sambil menyayangkan dia berhenti berkarya, tanda betapa tinggi rekan-rekannya menilainya. Setelah itu dia menjalankan agensi miliknya sendiri, KeyEast, sebelum menyerahkan kendali ke SM Entertainment tahun 2018 dan jadi pemegang saham SM. Dia menikahi aktris Park Soo-jin tahun 2015, dan tahun 2022 dikabarkan keluarganya tinggal di Hawaii. Dia aktor pertama yang menerima Orde Jasa Budaya Hwagwan, dan ada anggrek di Singapore Botanic Gardens yang diberi namanya. Kariernya nggak panjang, tapi kalau ditanya dari mana hallyu dimulai, syal itu masih jadi gambar pertama yang muncul.