decodeK
Jang Dong-gun

Jang Dong-gun

OrangAktorHallyu generasi pertama

Aktor yang di Korea dipakai sebagai patokan ganteng dari akhir 90-an sampai 2000-an. Lewat Tae Guk Gi dia menembus sepuluh juta penonton dan jadi salah satu wajah pertama Hallyu.

Lahir tahun 1972 di Doksan-dong, Seoul, dari ayah yang mengungsi dari Hamhung, wilayah yang sekarang masuk Korea Utara. Setelah tiga kali gagal ujian masuk kampus, dia sempat luntang-lantung sampai teman ibunya mengenalkan kerja model iklan, awalnya cuma buat bayar bimbel. Dari situ dia lolos audisi talenta MBC tahun 1992, meledak lewat drama remaja Our Paradise, lalu jadi idola nomor satu lewat drama basket The Last Match tahun 1994.

Pas lagi di puncak ketenaran, dia malah masuk angkatan pertama sekolah teater Korea National University of Arts, seangkatan dengan Lee Sun-kyun. Nggak bertahan lama. Dia beberapa kali cerita nggak kuat sama tatapan orang di kelas: berbulan-bulan, teman sekelasnya tetap sibuk ngeliatin mukanya, bukan dosennya. Karena kampus melarang kerja di dunia hiburan selama kuliah, akhirnya dia keluar. Konon teman-teman ceweknya memanggil dia Rusa Bunga.

Titik baliknya dari sekadar wajah ganteng jadi aktor beneran adalah Nowhere to Hide (1999). Dia buang ego pemeran utama, jadi polisi junior di samping senior Park Joong-hoon, dan praktis belajar akting ulang di lokasi syuting. Hasilnya piala Aktor Pendukung Terbaik di Blue Dragon Film Awards, dan sampai sekarang dia menyebutnya film paling berharga dalam kariernya. Lalu datang Friend (2001), di mana dia jadi Dong-su, gangster yang mengkhianati sahabatnya. Walau khusus dewasa, filmnya tembus delapan juta tiket dan bikin demam retro.

Pukulan pamungkasnya Tae Guk Gi (2004), kisah dua saudara yang terseret Perang Korea, main bareng Won Bin. Ini baru film Korea kedua yang menembus sepuluh juta penonton, waktu angka itu baru mulai jadi ukuran. Dari film ini dia juga dapat Aktor Terbaik Blue Dragon, jadi lengkap punya piala pendatang baru, pendukung, dan utama dari ajang itu. Satu-satunya aktor lain dengan koleksi yang sama adalah Lee Jung-jae.

Saat gelombang Hallyu kedua menyapu Asia, dia dijuluki salah satu Empat Raja Hallyu bareng Bae Yong-joon, Lee Byung-hun, dan Won Bin. Di Jepang dia populer banget. Iklan kosmetik di mana dia teriak suki dakara! (karena aku suka kamu!) dengan bahasa Jepang agak kaku diparodikan komedian, lalu jadi bahan klasik video MAD di Nico Nico Douga. Dia bahkan muncul di Crayon Shin-chan sebagai bintang Korea kesukaan ibunya Shin-chan. Di luar negeri dia main The Promise garapan sutradara China Chen Kaige dan western Hollywood The Warrior's Way.

Tahun 2010-an berat di box office. My Way, reuninya dengan sutradara Kang Je-gyu, jeblok, dan No Tears for the Dead serta V.I.P. juga kurang greget. Di TV nasibnya lebih baik: di A Gentleman's Dignity (2012) SBS dia tampil santai dan lucu, dan kebiasaannya menutup kalimat dengan -geollo jadi ucapan viral. Lewat Suits di KBS (2018) dia lengkap pernah main drama di tiga stasiun TV utama, dan untuk Seven Years of Night dia mencukur garis rambutnya jadi bentuk M sampai muncul gosip botak. Di Arthdal Chronicles (2019) tvN dia jadi Tagon, pemimpin yang haus kekuasaan.

Dia menikah tahun 2010 dengan aktris Ko So-young, yang dikenalnya di film Love Wind Love Song, setelah pacaran lama, dan punya satu putra dan satu putri. Dia juga penganut Buddha yang taat: umur sembilan belas, waktu dirawat karena paru-paru kolaps, dia membaca buku Non-Possession karya Biksu Beopjeong pemberian ayahnya. Fakta yang jarang orang tahu: di era 90-an dia merilis dua album penuh sebagai penyanyi.

Awal 2020, komplotan peretas membobol ponsel seorang aktor lain dan menyebarkan obrolan pribadi, dan Jang disebut sebagai lawan bicara di obrolan itu, sehingga citranya yang bersih ikut terpukul keras. Para peretas ditangkap dan semuanya dijatuhi hukuman penjara. Setelah vakum cukup lama, dia kembali lewat Arthdal Chronicles: The Sword of Aramun dan film A Normal Family tahun 2024.