decodeK
Jepang

Jepang

TempatNegaraPasarHallyu

Pasar pertama tempat hallyu beneran menghasilkan uang, dan sampai sekarang masih jadi salah satu sumber pendapatan terbesar K-pop. Drakor yang membuka pintunya, musik yang menjaganya, lalu di era 2020-an drakor membukanya lagi.

Semuanya dimulai tahun 1998, waktu Jepang dan Korea mulai membuka diri untuk budaya pop satu sama lain. Film Shiri meraup 1,5 miliar yen di Jepang tahun 2000, dan tahun 2002 BoA yang masih remaja, yang dikirim ke sana dengan strategi lokal total, jadi penyanyi Korea pertama yang puncaki Oricon. Tapi hallyu baru jadi fenomena sosial tahun 2004, waktu NHK menayangkan Winter Sonata. Ini drakor pertama yang tayang serius di stasiun besar Jepang, dan Bae Yong-joon langsung jadi "Yon-sama". Fans intinya ibu-ibu paruh baya, penonton yang selama ini nggak dilirik TV Jepang.

Gelombang kedua digerakkan anak muda. TVXQ mulai hampir dari nol tahun 2005 dan tahun 2007 sudah di level teratas. Tahun 2010 KARA dan Girls' Generation bikin demam girl group. Makeup ala Korea yang kelihatan natural sampai menggeser gaya gyaru yang sudah berkuasa hampir lima belas tahun.

Lalu suasana membeku. Gempa besar 2011 dan kunjungan presiden Korea ke Dokdo tahun 2012 bikin hubungan dingin. Drakor pelan-pelan hilang dari TV swasta dan suara anti-Korea makin keras. Kalau mau lihat gimana politik merembes ke budaya pop, cek hubungan Korea dan Jepang. Tapi fandom tetap bertahan, dan tahun 2016 BIGBANG jadi artis asing pertama yang nomor satu soal jumlah penonton konser di Jepang.

Gelombang ketiga datang sekitar 2017. Pose TT dari TWICE viral duluan di kalangan remaja Jepang, dan adanya member asal Jepang ikut membuka pintu lagi. Cheese dakgalbi dan kopi dalgona ikut nyebrang. Tahun 2020 giliran Netflix: Crash Landing on You dan Itaewon Class nangkring di atas berbulan-bulan, dan OST Give You My Heart ikut naik. BTS jadi artis asing pertama yang juara penjualan artis tahunan Oricon, dua tahun berturut-turut di 2021 dan 2022.

Sekarang Shin-Okubo di Tokyo sudah ngalahin Harajuku sebagai stasiun favorit siswi SMP dan SMA Jepang, dan makin banyak trainee Jepang yang pindah ke Seoul demi debut. Buat grup Korea, manggung di Tokyo Dome masih jadi tanda bahwa kamu sudah sukses.