Webtoon Korea jadi anime Jepang
Solo Leveling, novel web Korea yang jadi webtoon, tayang serentak ke seluruh dunia pada Januari 2024 sebagai anime buatan Jepang. Negara yang dulu cuma menerima manga kini jadi pemasok cerita aslinya.
Awalnya novel. Penulis Chugong mengunggah Solo Leveling gratis di Munpia pada 2016, lalu pindah ke KakaoPage untuk serialisasi resmi mulai 25 Juli tahun itu, dan tamat Maret 2018. Pas novelnya selesai, versi webtoon dimulai dengan gambar Jang Sung-rak (nama pena DUBU) dan jalan sampai Desember 2021. Ini contoh paling pas buat jalur novel ke komik ke layar: kumpulin fans lewat novel web, meledak di webtoon, baru lompat ke tontonan.
Animenya diumumkan resmi pada 4 Juli 2022. Fans sudah nebak studionya duluan karena domain situs resminya didaftarkan pihak yang sama dengan Sword Art Online, dan tebakannya benar: A-1 Pictures yang garap, disutradarai Shunsuke Nakashige. Komite produksinya Aniplex, Netmarble, D&C Media, Kakao Piccoma, dan Crunchyroll. Jadi modal dan perencanaan dari Korea, Amerika, dan Jepang, sementara animasinya dikerjakan studio Jepang. Sekitar tiga minggu setelah pengumuman, tanggal 23 Juli, kabar duka datang: Jang Sung-rak meninggal karena pendarahan otak. Jadwal tayang yang tadinya 2023 mundur ke Januari 2024.
Yang paling seru, animenya punya dua versi. Versi yang tayang di dalam Jepang mengubah tokoh utama Sung Jinwoo jadi Mizushino Shun dan nama tempatnya ikut dijepangkan. Versi ekspor yang tayang di Crunchyroll dan platform lain tetap pakai nama dan lokasi Korea. Papan stasiun di episode 3 pun tertulis Hapjeong Station, stasiun beneran di Seoul. Di luar Jepang, nggak ada cara resmi buat nonton dub Jepang versi domestik. Alasannya dua: sebagian penonton anime Jepang kurang suka nuansa Korea, dan di cerita aslinya para hunter Jepang digambarkan oportunis. Webtoon versi Jepang di Piccoma sendiri sudah memindahkan latarnya ke Jepang dari awal.
Musiknya juga kolaborasi lintas negara. Opening "LEveL" dibawakan SawanoHiroyuki[nZk], proyek Hiroyuki Sawano, bareng TOMORROW X TOGETHER, sedangkan ending "request" dibawakan krage. Tim inti di balik video opening-nya orang Korea. Di Korea, CGV bahkan bikin pemutaran perdana episode 1 dan 2 di bioskop pada Desember 2023.
Hasilnya beda banget tergantung wilayah. Di Crunchyroll animenya sempat nomor 1 secara keseluruhan pada Februari 2024, MyAnimeList menobatkannya anime paling populer 2024, dan menang Best Anime Series di ASTRA TV Awards. Di Netflix masuk peringkat 11 anime paling banyak ditonton semester pertama tahun itu, padahal itu belum termasuk pasar Barat yang eksklusif di Crunchyroll. Di Laftel Korea peringkat 2 musim itu, tepat di bawah Frieren. Tapi di Jepang sendiri cuma sebentar naik di chart streaming lalu turun, dan penjualan Blu-ray-nya kecil banget. Anime buatan Jepang yang justru meledak di mana-mana kecuali di Jepang.
Kenapa momen ini sering disebut simbolis? Karena sejarahnya. Sampai budaya pop Jepang dilegalkan pada 1998, Korea bahkan belum bisa resmi mengimpor manga dan anime. Dua puluh enam tahun kemudian, cerita Korea jadi bahan baku industri anime Jepang. Musim gugur tahun yang sama sastra Korea menang Nobel, dan makin terasa kalau cerita Korea sendiri sudah jadi komoditas ekspor. Animenya lanjut ke season 2 ARISE FROM THE SHADOW, season 3, dan film, jadi bukti paling kelihatan bahwa webtoon sudah jadi tambang IP.