decodeK

gihoeksa (기획사)

KataIdolIndustriInti

Perusahaan yang memilih orang, melatihnya bertahun-tahun, menyusun grup, lalu mendesain lagu, panggung, sampai baju sebelum melepasnya ke publik. Di Korea disebut gihoeksa, soksokssa, atau cukup 'enter'.

Nama resminya panjang banget: 'pelaku usaha perencanaan seni budaya populer'. Sejak undang-undang tahun 2014, agensi wajib terdaftar di pemerintah daerah. Kerjanya jauh lebih dari atur jadwal dan promosi. Tim casting berburu bakat muda, dan trainee dapat latihan vokal dan dance plus ahli gizi yang menyusun menu makan dan pelatih yang membentuk badan. Agensi besar punya gym sendiri dan kontrak dengan konselor. Di agensi ternama, 1.000 pendaftar untuk satu kursi itu biasa, bahkan bisa tembus 10.000.

Di sinilah bedanya dengan Barat. Di AS atau Inggris, artis teken kontrak terpisah dengan label rekaman dan perusahaan manajemen, murni bisnis. Agensi Korea pegang semuanya sekaligus: casting, rekaman, distribusi, marketing, merch, sampai dorm. Inilah yang disebut integrasi vertikal. Makanya publik Korea sering memandang agensi dan artis kayak orang tua dan anak, atau bos dan karyawan, dan artis yang pergi setelah kontrak habis disebut 'resign'. Padahal secara hukum keduanya pihak yang setara.

Satu hal yang wajib diketahui fans: nggak ada yang gratis dari agensi. Biaya latihan, dorm, mobil, hair and makeup, produksi album, semuanya investasi di muka yang nanti dipotong dari bagian si artis. Itu sebabnya idol yang dananya banyak sebelum debut lebih lama nunggu bayaran pertamanya. Ini juga bantu menjelaskan kenapa fans ngirim coffee truck sendiri. Kalau hitungannya nggak transparan, ujungnya ke pengadilan. Gugatan TVXQ dan ribut soal kontrak budak melahirkan kontrak standar, dan sekarang tujuh tahun jadi durasi umum.

Petanya biasanya diringkas jadi empat besar: SM, JYP, YG, dan HYBE. Yang paling besar tumbuh dengan menumpuk label, jadi di bawah HYBE ada PLEDIS dan ADOR. Tiap agensi punya ciri musiknya sendiri, makanya muncul istilah tiap agensi punya sound sendiri. Banyak headline K-pop belakangan juga soal perang agensi: perebutan SM, HYBE vs ADOR, kasus FIFTY FIFTY.