Merekrut member dari luar Korea
Member dari Jepang, Thailand, Taiwan, dan Australia yang jadi wajah grup sekarang udah jadi setelan default K-pop. Sekali jalan, agensi dapat fandom lokal plus bahasanya, dan politik negara itu ikut kebawa juga.
Member berpaspor asing sebenarnya udah ada sejak idol generasi pertama. Tapi kebanyakan mereka orang Korea-Amerika yang lahir di Korea lalu ikut orang tua pindah, jadi bahasa Korea ya bahasa ibu mereka. Nggak ada yang nyebut g.o.d atau Girls' Generation grup multinasional, padahal masing-masing punya tiga warga AS. Sampai sekarang member gyopo cukup banyak sampai punya sebutan sendiri: bilingual, disukai fans lokal dan global, dan buat cowok, urusan hiatus wamil jadi lebih ringan. Contohnya Bang Chan, leader asal Australia di Stray Kids, rekannya Felix, atau MARK dari Kanada di NCT. Lalu muncul member berdarah campuran seperti Vernon dan Danielle, juga diaspora yang bukan keturunan Korea sama sekali, kayak Hanni yang Vietnam-Australia.
Perubahan besar datang di era 2010-an. Hangeng dari Super Junior jadi megastar di dunia berbahasa Mandarin, dan begitu EXO menembus pasar China tahun 2012, agensi rebutan merekrut trainee China. Lalu datang gugatan dan keluarnya member China EXO satu per satu, disusul larangan Hallyu tak resmi dari China yang menutup pintu pasar. Ditambah beberapa kontroversi member yang repost konten pro-pemerintah China, di 2020-an member asal China daratan hampir hilang dari tim debut buatan agensi. Mereka masih muncul di girl group dan acara survival, contohnya NINGNING. Kalau agensi butuh member berbahasa Mandarin, sekarang larinya ke Taiwan, jalur yang dibuka TZUYU dari TWICE.
Jalur terbesar sekarang datang dari Jepang. TWICE punya tiga member Jepang, MOMO, SANA, dan MINA, dan setelah meledak di Jepang tahun 2018, rekrutan Jepang langsung membludak. Banyak yang bilang tiga orang ini bikin TWICE aman dari sentimen anti-Korea bahkan saat hubungan Seoul dan Tokyo lagi dingin banget. Industri idol Jepang lagi turun, remaja Jepang berbondong-bondong masuk akademi dance K-pop, dan per 2026 udah lebih dari 200 orang Jepang debut di Korea. SAKURA dan KAZUHA dari LE SSERAFIM, REI dari IVE, Ni-ki dari ENHYPEN, dan GISELLE dari aespa semua ada di gelombang ini.
Di Asia Tenggara, Thailand jauh di depan. Nichkhun dari 2PM jadi kisah sukses pertama, dan jalurnya makin mantap setelah LISA dari BLACKPINK dan Minnie dari (G)I-DLE meledak. Di Thailand, begitu debut K-pop kamu langsung dianggap bintang nasional, lengkap dengan iklan dan konser penuh. GOT7 syuting iklan Thailand banyak banget, sebagian besar berkat BamBam. TEN dari NCT, BABYMONSTER, dan KISS OF LIFE juga punya member asal Thailand.
Kenapa remaja luar negeri pada ke Korea? Orang menyebutnya premium K-pop. Korea hampir satu-satunya tempat dengan sistem trainee yang terstruktur, dan lebih terbuka buat orang asing dibanding industri Jepang atau China. Debut di Korea aja udah bikin kamu terkenal di negara sendiri. Kalaupun grupnya gagal, mantan idol K-pop yang lancar bahasa Korea bisa pulang dan buka sekolah dance atau agensi sendiri. Agensi juga bikin audisi global di luar negeri, bahkan datang langsung ke studio dance lokal buat scouting.
Tapi harganya nyata. Bawa satu kewarganegaraan berarti bawa politiknya juga. Insiden bendera Tzuyu memicu serangan besar dari netizen China daratan, sementara SANA dikritik di Korea soal unggahan tentang nama era baru Jepang. Pernah juga heboh waktu member Jepang menyebut Laut Timur sebagai Laut Jepang, atau member China menyebut kimchi sebagai paocai. Bahkan ada anggapan grup dengan member China menghindari konten hanbok bareng saat hari raya, padahal foto hanbok di medsos China sering dapat respons bagus, jadi banyak yang bilang agensinya aja yang terlalu hati-hati.
Langkah berikutnya adalah bikin grup langsung di luar Korea. Lewat basis seperti HYBE America, agensi menjalankan resep K-pop di negeri orang, bentuk lokalisasi yang total. Tetap aja, member dari Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, atau Afrika masih bisa dihitung jari. Tahun 2023, acara survival boy group kebanjiran pendaftar asing, tapi yang lolos ke lineup final cuma peserta Asia.