decodeK
hanbok (한복)

hanbok (한복)

KataPakaianDrama kolosalPerdebatan

Pakaian tradisional Korea. Bentuknya dua potong, jaket pendek di atas rok atau celana, dan ciri khasnya pita panjang yang diikat di depan dada.

Hanbok bukan satu baju dari satu zaman. Kata ini mencakup semua pakaian yang dipakai orang Korea sepanjang sejarah. Tapi tampilan yang paling sering kebayang, jeogori super pendek yang naik hampir ke dada plus rok yang mengembang lebar, itu gaya akhir era Joseon. Akarnya dari pakaian bangsa nomaden utara yang dipisah atas dan bawah biar gampang naik kuda, dan pita depan (goreum) yang kita kenal sekarang mulai mapan di akhir Goryeo sampai awal Joseon. Kalau baju China menonjolkan lekuk tubuh dan baju Jepang suka bentuk persegi yang rapi, hanbok justru longgar dan melebar jadi siluet A. Perempuan bangsawan dulu pakai rok dalam sampai tiga sampai lima lapis biar kelihatan mengembang. Warnanya diambil dari obangsaek, lima warna utama, dan lengan belang warna-warni yang dipakai bayi di pesta ulang tahun pertama itu contoh paling klasik.

Sampai tahun 1950-an hanbok masih biasa dipakai di jalan, tapi begitu baju Barat yang murah dan praktis membanjir di tahun 1960-an, hanbok berhenti jadi baju sehari-hari. Sekarang dipakainya pas Seollal, Chuseok, dan nikahan. Di gedung pernikahan, ibu kedua mempelai pakai hanbok itu hampir wajib, dan tiap pagi hari raya pembawa berita sampai idol nyapa penonton pakai hanbok. Pemerintah bahkan menetapkan 21 Oktober sebagai Hari Hanbok sejak 1996. Tapi beli hanbok nggak segampang itu: yang bagus harus dijahit khusus dan mahal banget, dan kebanyakan toko lebih banyak cari untung dari sewa.

Yang bikin hanbok naik daun lagi adalah wisata dan K-pop. Di istana kayak Gyeongbokgung atau kota seperti Gyeongju dan Jeonju, banyak banget orang sewa hanbok buat foto. Waktu BTS pakai hanbok di IDOL dan BLACKPINK memadukannya kayak streetwear di How You Like That, brand hanbok buat anak muda pun makin banyak. Sekitar 2016, pas mantel oversize lagi tren, beberapa idol pakai durumagi tradisional apa adanya kayak mantel. Lalu di era 2020-an, drakor sejarah seperti Kingdom meledak di luar negeri, dan hanbok bareng topi gat jadi kode visual tersendiri.

Kampanye pemerintah Hanbok Wave sudah memajang Kim Yuna, Suzy, Kim Tae-ri, dan Park Bo-gum sebagai wajahnya, lalu di 2026 giliran Felix. Di UNESCO, Korea Utara duluan mendaftarkan tradisi busananya di 2024, sementara Korea Selatan menargetkan pencatatan sendiri di 2030. Di sisi lain, sebagian netizen China terus mengklaim hanbok sebagai milik mereka, jadi perdebatan soal asal-usul ini terus kambuh, persis kayak drama soal kimchi.