decodeK

gat (갓)

KataPakaianDrama kolosalEkspor

Topi hitam tembus pandang bertepi lebar yang dipakai pria zaman Joseon. Setelah drama sageuk zombi tayang ke seluruh dunia, topi ini sempat sold out di toko online luar negeri, properti kostum yang berubah jadi merch.

Fakta seru: 'gat' sebenarnya kata asli Korea buat semua penutup kepala. Topi hitam yang kebayang di kepala kamu nama resminya heungnip (黑笠), dan dulu ada puluhan jenis lain, dari topi jerami sampai topi hujan raksasa, tergantung status dan fungsinya. Pelukis dan akademisi Barat yang mampir ke Joseon sampai nulis hal yang mirip: bajunya sederhana, tapi topinya luar biasa beragam. Negeri ini bahkan pernah dijuluki negeri topi.

Heungnip dibuat dari bulu ekor kuda dan bambu yang dibelah tipis banget, makanya ringan dan agak transparan. Bikinnya kerja tim: satu perajin menganyam bagian kepala, satu lagi menganyam tepinya, dan yang ketiga merakit lalu melapisinya dengan pernis. Keahlian ini, gatil, ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional, bagian dari dunia di mana orangnya sendiri adalah warisan budaya. Ada juga teori kalau ungkapan Korea buat 'cari-cari kesalahan' berasal dari tahap merapikan ujung tepi topi.

Bentuknya terus berubah. Versi berpuncak datar jadi simbol kaum bangsawan yangban Joseon sekitar masa Raja Sukjong; setelah itu tepinya makin lebar sampai melebihi bahu, lalu dikecilkan lagi lewat aturan anti kemewahan. Awal 1900-an topi fedora Barat menggeser gat dari kehidupan sehari-hari, jadi sekarang kamu paling sering lihat di acara tradisional yang pakai hanbok lengkap dan di drama sageuk.

Plot twist-nya datang tahun 2019. Waktu Kingdom di Netflix nunjukin para sarjana ber-gat melawan zombi, penonton luar negeri mulai nyari 'topi Kingdom', ada juga yang nyamain sama fedora atau bowler hat. Tahun 2025 KPop Demon Hunters bikin heboh lagi: wujud asli Saja Boys, boy band iblis di film itu, pakai jubah hitam plus heungnip, gaya malaikat maut versi Korea, dan burung magpie yang nemenin harimau juga pakai gat. Di sisi lain, tiap ada yang ngeklaim di internet kalau gat berasal dari topi China, topi ini langsung jadi bahan debat budaya ini punya siapa.