
Chuseok (추석)
Hari raya panen di tanggal 15 bulan kedelapan kalender lunar, pas bulan purnama kelihatan paling besar. Disebut juga Hangawi, dan libur tiga harinya bikin seisi negeri pulang kampung.
Akarnya sampai ke zaman Kerajaan Silla. Ada catatan bahwa raja membagi para perempuan di ibu kota jadi dua tim buat lomba menenun selama sebulan; pas hari purnama, tim yang kalah mentraktir yang menang dan semua joget dan pesta bareng. Nama kuno hari itu, gabae, masih tersisa di kata "gawi" dan "Hangawi". Orang suka membandingkannya dengan Thanksgiving, tapi rasanya agak beda: Thanksgiving berterima kasih setelah panen, Chuseok berdoa minta panen bagus sebelum panen.
Chuseok dimulai di jalan. Sekitar sepuluh juta orang ikut arus mudik tiap tahun, jalan tol jadi lahan parkir, dan Seoul mendadak sepi banget. Keluarga asal Korea Utara yang nggak bisa pulang pergi ke tempat seperti Imjingak yang bisa melihat ke seberang perbatasan, tanda bahwa perpecahan Korea masih ada di suasana hari raya. Sampai rumah sudah ditunggu tugas goreng jeon, paginya upacara leluhur, lalu makan songpyeon berbentuk bulan setengah bareng-bareng.
Yang paling disukai drakor dan variety show itu bagian setelahnya. Kerabat yang nanya "Udah kerja belum?", "Kapan nikah?", sampai membandingkan gaji dan nilai, ditambah masak dan nyetir tanpa henti: itulah "sindrom hari raya", yang tiap tahun masuk berita bareng Seollal. Sekarang bahkan ada jasa yang menyiapkan meja upacara lengkap, dan orang terbelah antara "akhirnya lega" dan "mana ketulusannya". Buat anak kelas 12 yang Suneung-nya tinggal sekitar dua bulan, Chuseok itu kayak nggak ada; bimbel bikin kelas karantina sepanjang libur.
Ini juga musim panen buat TV dan bioskop. Dulu film spesial Chuseok isinya Jackie Chan semua, dan sampai sekarang minggu-minggu sekitar Chuseok jadi musim rilis film keluarga. Tahun 2020, waktu keluarga nggak bisa kumpul, semua nonton konser tanpa penonton Na Hoon-a di channel yang sama dari rumah masing-masing. Ada juga taman hiburan yang kasih diskon tiket kalau kamu datang pakai hanbok.
Momen lucu kecil: banyak juga orang yang lagi bengong terus ngucapin "Selamat Tahun Baru" pas Chuseok. Dan karena pemanasan global bikin malam gerah sampai masuk libur Chuseok, orang mulai bercanda harusnya namanya diganti "malam musim panas". Padahal aslinya ini musim saat daun musim gugur mulai berubah warna dan parsel hari raya mulai beredar.