Libur dari dua agama
Hari lahir Buddha dan Natal sama-sama tanggal merah di Korea. Lebih dari separuh warganya nggak menganut dua-duanya, tapi semua tetap libur di dua hari itu, dan itu udah cukup ngejelasin cara Korea ngadepin agama.
Natal duluan. Setelah kemerdekaan, di masa pemerintahan militer AS, Natal jadi hari libur kantor pemerintahan, lalu tahun 1949 Presiden Syngman Rhee yang Protestan menetapkannya jadi libur resmi dengan nama Hari Lahir Kristus. Sampai sekarang Korea satu-satunya negara berdaulat di Asia Timur yang meliburkan Natal. Paskah malah nggak libur.
Umat Buddha protes karena merasa nggak adil. Seorang pengacara menggugat supaya hari lahir Buddha juga dijadikan libur, kalah dua kali, tapi pas kasusnya masih di Mahkamah Agung bulan November 1974, pemerintah bilang bakal mempertimbangkan. Januari 1975 hari lahir Buddha resmi libur. Cerita terkenalnya: waktu kelompok Protestan konservatif menolak, pihak Buddha balas, "Ya udah, Natal juga dihapus aja," dan debatnya langsung selesai. Sensus waktu itu nunjukin umat Buddha dan Kristen gabungan hampir 85% penduduk dengan jumlah yang mirip, jadi susah banget ngebela satu pihak doang. Nama resmi Natal juga disesuaikan biar seimbang. Tahun 2010 sempat ada gugatan konstitusi buat ngapus dua-duanya, tapi ditolak.
Nuansa dua hari ini beda banget. Hari lahir Buddha jatuh tanggal 8 bulan ke-4 kalender lunar, jadi kayak Seollal dan Chuseok, tanggalnya geser tiap tahun. Biasanya jatuh di bulan Mei yang cuacanya enak, pas lagi rame-ramenya jalan-jalan bulan keluarga. Halaman kuil penuh lampion, dan Seokguram di Gyeongju cuma buka ruang dalamnya di hari ini, sekali setahun, biar orang bisa jalan ngelilingin patung Buddha utama. Upacara di kuil Jogyesa dihadiri presiden dan para pemimpin partai, dan disiarin langsung di TV nasional. Di era Joseon yang Konfusian, katanya hari ini juga berfungsi kayak hari anak.
Natal satu-satunya tanggal merah di akhir tahun. Ada yang ke gereja atau misa, tapi buat banyak orang ini hari paling laris kue di toko roti, atau sekadar hari libur. Buat anak-anak ujian di Daechi-dong, malah cuma hari biasa buat ke hagwon.
Dulu, waktu tanggal merah yang jatuh di akhir pekan hilang gitu aja, netizen suka bercanda, "Buddha, bisa nggak datangnya mundur sehari?" Sejak 2023 dua-duanya dapet libur pengganti. Beberapa keyakinan duduk bareng di satu kalender, persis kayak lanskap agama yang campur-campur di Korea.